Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Indonesiana

Keren, Somalia dan Sudan Ingin Berguru Berantas Illegal Fishing pada Indonesia

Published 18/02/2015 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

susiJakarta, LiputanIslam.com — Sejak Indonesia dengan tegas menyatakan perang terhadap illegal fishing –misalnya dengan menangkap dan menenggelamkan kapal-kapal asing, aksi ini kerap menjadi perbincangan hangat di media internasional. Pro-kontra bermunculan. Namun efeknya tak hanya berhenti sampai disitu, kini beberapa negara mulai tertarik dan mengungkapkan ingin berguru ke Indonesia untuk memberantas illegal fishing di negaranya masing-masing.

“Seperti Somalia dan Sudan ingin mendapatkan resep memberantas illegal fishing dari negara kita,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, seperti dilansir Detik, 17 Februari 2014.

Keinginan Somalia dan Sudan meniru Indonesia memberantas praktik illegal fishing bukan tanpa alasan. Salah satu dampak kebijakan anti illegal fishing seperti moratorium izin tangkap kapal terbukti sukses, dampaknya ribuan kapal eks asing tak lagi beroperasi di perairan Indonesia.

“Kita negara satu-satunya yang menindak ribuan kapal di dalam negeri dalam kurun waktu 100 hari,” tambah Susi.

Dari 1.300 izin kapal eks asing, jumlah kapal eks asing yang tersisa hanya 500 kapal saja. Dari 500 kapal, mayoritas atau 90% kapal eks asing hanya merapat di pelabuhan terutama di Perairan Indonesia Timur seperti Pelabuhan Ambon, Wanam, dan Arafura.

“Kita ini diakui dunia dan berhasil memadamkan pencurian ikan itu hanya dalam waktu beberapa bulan saja. Hal ini karena kerjasama TNI AL, Polri, KPK, dan para media yang mem-blow up sehingga kita berhasil mengusir praktik illegal fishing di Indonesia,” tegas Susi.

Susi sempat mengklaim pemberantasan pencurian ikan di Indonesia termasuk yang pertama sukses di dunia. Saat ini, beberapa pusat perdagangan ikan di negara tetangga seperti General Santos di Filipina kekurangan ikan akibat pemberantasan pencurian ikan di Indonesia. General Santos, yang dikenal sebagai eksportir tuna segar terbesar di dunia justru mendapatkan pasokan tuna dari Bitung, Sulawesi Utara (Sulut).

Susi juga mengungkapkan modus General Santos bisa mendapatkan ikan tuna segar dari Bitung. Ikan-ikan tuna itu diangkut oleh nelayan Bitung dan dikirim ke kapal pengangkut atau tramper Filipina yang sudah menunggu di garis perbatasan. Dari kegiatan itu setidaknya General Santos mampu mengekspor tuna segar cukup besar setiap tahunnya yaitu hingga 2 miliar dollar. Sementara sang pemasok yaitu Bitung hanya mampu mengekspor produk tuna kaleng per tahun sebesar Rp 16 miliar.

“Barangkali sukses kita dalam illegal fishing ini kesuksesan yang pertama di dunia, dunia luar tahu berapa ribu kapal di Indonesia sekarang tinggal berapa,” kata Susi. (ba)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Indonesiana

Dari Tehran, Indonesia Tegaskan Dukungan untuk Palestina

By Farid
Indonesiana

[Video:] Terjemahan Pidato Lengkap Presiden Iran di Masjid Istiqlal

By Muhammad
Berita Video

[Video:] Terjemahan Lengkap Pidato Presiden Iran di Indonesia di ICC, Jakarta

By Muhammad
Indonesiana

Raisi: Biarkan Musuh Mati dalam Keadaan Marah Lihat Keakraban Umat Muslim

By Hadi
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account