Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Indonesiana

AE Priyono: Partai Islam Gagal, Civic-Islam Harus Digerakkan

Published 18/02/2015 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE
ae-priyono
Foto: Ferlita

Bandung, LiputanIslam.com — Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Jakarta, AE Priyono mengatakan, Islam-politik dengan partai-partai politik di di Indonesia telah mengalami kegagalan dan tidak bisa diharapkan menjadi solusi bagi problem kebangsaan Indonesia.

“Mereka telah terjebak sebagai bagian dari kepentingan plutokrasi dan plutonomi,” katanya kepada Liputan Islam,  Kamis 12 Februari 2015.

AE Priyono menilai, demokrasi di Indonesia telah macet, dan Islam-politik formal tidak berdaya di tengah-tengah kekuasan hasil produk demokrasi liberal yang sejak era era reformasi berjalan. Demokrasi liberal Indonesia itu hanya melahirkan plutokrasi (kekuasaan politik yang didikte segelintir kaum elite) dan plutonomi (kekuasaan ekonomi yang dikendalikan oleh orang-orang kaya, dan hanya digilir di kalangan golongan orang kaya).

Politisi muslim di partai Islam seperti di PBB, PKS, PPP atau yang berada di partai aliran seperti di PKB dan PAN, sejalan dengan kegagalan elit politik yang lain, tetap menjadi bagian dari borjuasi nasional di bawah struktur kapitalisme erzats, yang kelangsungannya tetap bergantung pada sumber-sumber dana negara.

“Politisi elitenya masih berada dalam tradisi Islam-rezimis, termasuk partai Islam baru, PKS (Partai Keadilan Sejahtera), yang semula datang dari gerakan tarbiyah,” terangnya.

Untuk keluar dari kemelut buruk itu, Priyono berharap Islam bisa tumbuh berkembang dengan elan-vital progresif.

Jauh di masa lalu, Olivier Roy (1982) pernah juga punya kesimpulan tersebut dengan mengatakan Islam-politik bisa mengalami kegagalan karena masyarakat Islam tidak punya pandangan ideal tentang masyarakat-sipil.

Sekarang, melalui argumentasi yang cukup memadai (melalui hasil riset) paling tidak hal tersebut memiliki alasan. Sebab masyarakat muslim kebanyakan hanya bisa berpikir tentang Islam ideal sebagai kesalehan individual, kesalehan keluarga (tidak punya imajinasi kesalehan bermasyarakat) dan mereka sebagian yang memahami politik langsung melompat kepada imajinasi negara Islam, khilafah atau daulah islamiah yang terang hanya utopianisme untuk saat ini.

“Karena itu harus ada ijtihad baru dalam Islam-politik dan Islam-Sosial. Konsepsi Civic-Islam harus menjadi milik bangsa ini agar kekuatan kaum muslim memiliki ruh untuk kebebasan dan pembebasan,” jelasnya.

Menurut Priyono, Civic-Islam merupakan konsepsi ideal karena selain sejalan dengan republican, juga sangat modernis dan bisa menjawab kegagalan demokrasi liberal karena memiliki semangat untuk pembangunan kemanusiaan sekaligus pembangunan gerakan sosial agar Islam tidak terjebak pada fundamentalisme, penyokong liberalisme ekonomi dan eskapisme yang beberapa tahun ini melanda Indonesia.

“Kekuatan kelompok Muslim harus mampu membawa agama sebagai rahmat, sebagai penegak keadilan dan pembawa obor pencerahan untuk public-space, yang inklusif, pluralis, dan toleran,” jelasnya.

Islam dengan konsepsi Civic-nya menurut Priyono berpihak pada jalan aktif konsolidasi untuk transformasi ke arah keadilan sosial dan kesejahteraan ekonomi yang tidak dilakukan oleh kelompok Islam liberal penyokong neoliberalisme dan Islam fundamentalisme. (Ferlita Husain)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Indonesiana

Dari Tehran, Indonesia Tegaskan Dukungan untuk Palestina

By Farid
Indonesiana

[Video:] Terjemahan Pidato Lengkap Presiden Iran di Masjid Istiqlal

By Muhammad
Berita Video

[Video:] Terjemahan Lengkap Pidato Presiden Iran di Indonesia di ICC, Jakarta

By Muhammad
Indonesiana

Raisi: Biarkan Musuh Mati dalam Keadaan Marah Lihat Keakraban Umat Muslim

By Hadi
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account