Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Indonesiana

Delapan Game Online Yang Merusak Kepribadian Anak

Published 17/01/2015 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

gameonlieacehnews

Banda Aceh, LiputanIslam.com – Sudah sejak lama game online menuai korban. Bahkan beberapa diantaranya harus meregang nyawa lantaran kelelahan bermain game online tanpa henti selama lebih dari 24 jam. Korban pun berjatuhan bukan hanya di dalam negeri tapi juga di luar negeri. Namun demikian, mudahnya memasang internet di rumah bahkan populasi warnet game online kian hari kian tambah subur hingga ke berbagai pelosok Indonesia. Lalu bagaimana dampaknya?

Baru-baru ini Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Anak Aceh, mengingatkan kepada setiap orang tua, supaya berhati-hati dan selalu mewaspadai terhadap anaknya dalam memilih permainan (game online), karena bisa mempengaruhi karakter maupun psikologis anak, seperti dilansir dari acehnews.net.

“Ibarat candu, perlahan-lahan efek permainan tersebut merusak sisi psikis dan kepribadian anak. Kita selaku orangtua cenderung abai menyangkut upaya preventif terhadap gejala ini,” kata Manager Program LBH Anak Aceh, Rudy Bastian, kepada wartawan, di Banda Aceh, Minggu (11/1).

Menurutnya pola asuh orang tua kurang tepat dalam memilih selingan bagi anak-anak yang mengalami kejenuhan dalam belajar. Orang tua abai dalam memilih permainan yang tepat dengan manfaat yang lebih mengedukasi bagi anak-anaknya.

“Harapan kami kepada orang tua anak, agar lebih tegas dan waspada lagi dalam merawat anak-anaknya supaya perkembangan psikologinya tidak terganggu gara-gara game online. Kita selaku orang tua harus selektif dalam mengingatkan dan memilih game online yang tepat untuk dimainkan si anak,” ulasnya.

Rudy merincikan, kedelapan game berbahaya bagi anak, diantaranya Point Blank (PB), Counter Strike, World of Warcraft, Call of Duty, RF Online, AION, Gunbound, dan Lost Saga.

Alasan mengapa game online tersebut berbahaya adalah karena didalam permainannya menawarkan sensasi kekerasan seperti perang-perangan, perkelahian, pembantaian etnis, perang antar suku dan bahkan pembunuhan sadis terhadap siapapun yang dianggap lawan di dalam game.

Celakanya jika kondisi (membiarkan anak bermain game online bernuansa kekerasan) pembiaran itu terus berlangsung, anak-anak yang dalam rentang usia tertentu akan menyerap segala tingkah laku orang dewasa dan dengan mudah pula meniru apa yang dilihatnya terutama yang masih di usia antara delapan hingga 14 tahun.

Hal tersebut akan menunjukkan dampak yang tidak baik terutama jika si anak sudah kecanduan bermain game online. Dengan demikian, orang tua harus bijak dalam mendidik anaknya dan melakukan pengawasan dan bimbingan agar anak-anak menjadi insan yang berakhlak mulia. (fie)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Indonesiana

Dari Tehran, Indonesia Tegaskan Dukungan untuk Palestina

By Farid
Indonesiana

[Video:] Terjemahan Pidato Lengkap Presiden Iran di Masjid Istiqlal

By Muhammad
Berita Video

[Video:] Terjemahan Lengkap Pidato Presiden Iran di Indonesia di ICC, Jakarta

By Muhammad
Indonesiana

Raisi: Biarkan Musuh Mati dalam Keadaan Marah Lihat Keakraban Umat Muslim

By Hadi
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account