Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Pranoto, Jenderal yang “Dizalimi” Soeharto Selama 15 Tahun

Published 01/10/2014 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE
mayjend pranoto
mayjend pranoto

Jakarta, LiputanIslam.com–Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober selalu membangkitkan kembali upaya membaca ulang sejarah Indonesia era 1960-an. Penetapan hari Kesaktian Pancasila oleh rezim Suharto sangat terkait dengan momen G 30 S (Gerakan 30 September) 1965 yang menewaskan sejumlah jenderal. Selama era Orde Baru, Partai Komunis Indonesia (Baca: PKI) disebut sebagai pelakunya. Sejak reformasi, upaya menulis ulang sejarah Indonesia telah dilakukan. Di antaranya, buku yang ditulis oleh Mayor Jenderal Pranoto Reksosamodra (alm), tokoh yang ditahan selama 15 tahun oleh rezim Suharto atas tuduhan PKI, tanpa pernah diadili.

Pranoto mencatat seluruh pengalamannya selama ditahan dalam buku harian. Setelah puluhan tahun disimpan rapat keluarga, kini catatan itu disunting Imelda Bachtiar dan diterbitkan Kompas tahun 2014 dengan judul Catatan Jenderal Pranoto dari RTM Boedi Oetomo sampai Nirbaya. Menyusul penculikan terhadap Jenderal Ahmad Yani, Pranoto-lah yang ditunjuk Presiden Sukarno untuk menjadi pelaksana harian Angkatan Darat, bukan Soeharto. Namun saat itu Soeharto melarang Pranoto menemui Presiden Sukarno.

Setelah Soeharto berkuasa, ia menandatangani surat penangkapan Pranoto. Hal ini agaknya dilatarbelakangi dendam karena  Pranoto-lah yang dulu memberikan bantuan kepada tim Angkatan Darat sehingga mereka akhirnya bisa mengungkap penyelewengan Soeharto saat menjadi Panglima di Jawa Tengah. Soeharto ketahuan melakukan sejumlah pelanggaran,  antara lain barter liar, monopoli cengkeh dari asosiasi gabungan pabrik rokok kretek Jawa Tengah. Ada juga penjualan besi tua yang disponsori sejumlah pengusaha Tionghoa seperti Lim Sioe Liong.

Soeharto sempat berniat mengundurkan diri karena kasus ini. Namun ditolak oleh Kepala Staf Angkatan Darat, Nasution. Nasution hanya memberi sanksi administratif pada Soeharto. Namun sejak itu hubungan Soeharto dan Pranoto memburuk karena Soeharto menuduh Pranoto-lah yang mengadukan penyelewengannya.

Setelah ditahan, Pranoto nyaris kehilangan segalanya. Dari jenderal bintang dua dengan jabatan asisten personalia Men/Pangad menjadi tahanan politik tanpa kejelasan. Dia ditahan tahun 1966 hingga tahun 1981. Sejak tahun 1975, pemerintah Orde Baru tak lagi memberikan gajinya. Tahun 1970 hingga 1975, Pranoto masih menerima gaji skorsing. Nilainya tak lebih dari Rp 7.500.

Pranoto menolak dituding terlibat G30S. Dia membeberkan bukti-bukti kepada tim pemeriksa pusat tak terlibat gerakan penculikan para jenderal tersebut. Dia berharap bisa menjelaskan secara utuh dan dibawa ke pengadilan untuk menepis tudingan tersebut. Namun, ia tak pernah dibawa ke persidangan. Bahkan dia tak pernah dibuatkan berita acara pemeriksaan (BAP). Pemeriksaan hanya dilakukan Team Pemeriksa Pusat dengan wawancara lisan saja beberapa kali.

Namun Pranoto tak mau mewariskan dendam. Pada keluarga yang menjenguknya di Rumah Tahanan Militer, Pranoto selalu menunjukkan sikap tegar.

“Bapak bilang ini sudah digariskan Yang Kuasa. Hidup manusia itu seperti wayang yang sudah ada dalangnya. Dijalani saja dengan sabar,” kata putra Jenderal Pranoto, Handrio Pribadi.

Pada istrinya, Pranoto berpesan anak-anak harus tetap sekolah. Mereka pun menepati pesan itu walau kondisi ekonomi serba sulit. Anak-anak Pranoto ikut dicap keluarga tahanan politik juga turut mengalami diskriminasi. Handrio yang sempat bekerja di sebuah BUMN terpaksa keluar. Pranoto baru bebas tahun 1981, tepat setelah 15 tahun ditahan tanpa proses pengadilan. (dw/merdeka.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad1
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account