Teheran, LiputanIslam.com – Serangan rudal pasukan elit Iran Korps GardaRevolusi Islam (IRGC) Iran ke pusat spionase agen mata-mata Israel, Mossad, di Kurdistan Irak, pada tengah malam hari Senin lalu (15/1) menewaskan beberapa orang, termasuk Peshraw Majid Agha Dizayee, seorang taipan minyak Kurdi Irak.
Dizayee, menurut laporan media Iran, memiliki hubungan dekat dengan Mossad dan memperoleh keuntungan dari ekspor ilegal minyak Irak ke Israel.
Sumber informasi menyebutkan keberadaan Dizayee dan para kroninya di markas spionase di Erbil menunjukkan bahwa pertemuan yang sangat penting kemungkinan besar sedang berlangsung pada saat serangan terjadi.
Dizayee memimpin konglomerat Falcon Group, dengan kepentingan bisnis di bidang keamanan, minyak, gas, konstruksi dan pertanian, menurut media Kurdi.
Menariknya, situs web perusahaan tersebut menyebutkan bahwa mereka “dengan senang hati memberikan layanan keamanan kepada banyak perusahaan minyak internasional,” mengacu pada hubungan rapat sang pendiri dengan aparat keamanan dan intelijen Kurdistan Irak, yang membawanya lebih dekat dengan Mossad.
Taipan Kurdi ini juga memimpin Empire World yang berkantor pusat di Erbil, sebuah perusahaan real estate yang berkembang pesat di balik beberapa gedung pencakar langit ikonik kota tersebut.
Meskipun fokus media arus utama sebagian besar tertuju pada kerajaan bisnis Dizayee yang luas dan kedekatannya dengan keluarga Barzani yang berkuasa di Kurdistan, kedekatannya dengan agen mata-mata Israel belakangan ini luput dari perhatian.
Media Iran Press TV telah mendapatkan akses ke beberapa foto yang memperlihatkan koneksinya dengan Mossad dan bagaimana dia merupakan roda penggerak penting dalam operasi agen mata-mata Israel di Kurdistan Irak, yang terutama ditujukan terhadap Iran.
Sementara itu, Ketua Dewan Syura Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, pada hari Kamis (18/1) menyatakan bahwa rudal yang diluncurkan oleh Iran dengan sasaran tempat pertemuan teroris di Suriah, “bukanlah pesan untuk ISIS saja, tapi untuk semua orang di baliknya.”
Qalibaf mengatakan bahwa rudal Iran juga merupakan pesan kepada “semua pihak yang berada di balik operasi teroris,” yang “menyasar seluruh kawasan dan mengganggu stabilitas keamanan dan stabilitasnya.”
Dia menambahkan, “Musuh-musuh menyadari bahwa Iran hanya perlu mengubah sudut peluncuran rudalnya jika ingin menyasar mereka.”
Sehari sebelumnya, pemerintah Iran mengirimkan surat kepada Dewan Keamanan PBB mengenai operasi militernya terhadap markas besar teroris di Suriah dan Irak, dan menyatakan bahwa “Iran adalah korban terorisme, dan operasi terbarunya melawan teroris adalah untuk membela diri , dan sesuai dengan hukum internasional.”
“Operasi ini dilakukan sebagai respons terhadap serangan teroris belakangan ini di Kerman, yang menggugurkan lebih dari 100 warga tak berdosa, terutama perempuan dan anak-anak, dan diklaim oleh ISIS,” bunyi pernyataan itu. (mm/presstv/raialyoum)
Baca juga:
IRGC Ungkap Detail Serangan Rudalnya terhadap Mossad dan ISIS
Balas Pembunuhan Al-Arouri dan Mousavi, Iran Serang Dua Kapal Israel di Samudera Hindia