Beirut, LiputanIslam.com – Beberapa sumber khusus di saluran satelit Al-Mayadeen mengungkapkan bahwa pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) berada di balik serangan terhadap dua kapal Israel di Samudera Hindia pada 4 Januari.
“Serangan IRGC terhadap dua kapal Israel itu dilakukan demi menanggapi pembunuhan para pemimpin poros resistensi, terutama pembunuhan kepala biro politik Hamas, Saleh Al-Arouri, dan penasihat militer Iran di Suriah, Brigjen Razi Mousavi, serta merupakan respon atas serangan Israel terhadap markas besar dan pusat poros perlawanan,” ungkap sumber itu pada hari Rabu (17/1).
Sumber itu menjelaskan bahwa kapal pertama bernama Chem Cilicon milik perusahaan ACE, yang mengibarkan bendera Liberia dan diserang di kawasan barat laut Maladewa. Sedangkan kapal kedua adalah Pasific Gold milik perusahaan Estern, yang diserang di 200 mil dari Veraval India.
Sumber Al-Mayadeen melaporkan bahwa dua kapal milik rezim pendudukan Israel yang membawa minyak dalam jumlah besar menjadi sasaran serangan di Samudera Hindia pada tanggal 4 Januari.
Serangan itu terjadi sekitar 48 jam setelah wakil kepala biro politik Hamas, Saleh Al-Arouri, gugur akibat serangan Israel di pinggiran selatan Beirut pada 2 Januari, dan beberapa hari setelah penasihat militer IRGC, Brigjen Sayid Razi Mousavi, akibat serangan Israel terhadap Suriah gugur pada 25 Desember.
Ini bukan pertama kalinya kapal-kapal Israel menjadi sasaran di Samudera Hindia. Pada tanggal 23 Desember 2023, sebuah kapal komersial terkait Israel yang mengibarkan bendera Liberia diserang oleh drone di Samudera Hindia hingga menyebabkan kebakaran di kapal tersebut. (mm/almayadeen)
Baca juga:
Iran Nyatakan Yaman Tetap Menyerang Kapal-Kapal Terkait Israel di Laut Merah
Iran Merudal Dua Pangkapan Kelompok Militan di Pakistan