TelAviv, LiputanIslam.com – Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Herzi Halevi menyatakan makin membesar kemungkinan pecahnya perang total dengan Hizbullah Lebanon dalam beberapa bulan mendatang.
Hal ini disampaikan Halevi saat melakukan inspeksi terhadap pasukan Israel di dekat perbatasan dengan Lebanon pada Rabu malam (17/1), menurut radio militer Israel.
“Saya tidak tahu kapan perang akan dimulai di wilayah utara. Saya dapat mengatakan bahwa kemungkinan terjadinya perang dalam beberapa bulan mendatang jauh lebih tinggi dibandingkan sebelumnya,” kata Halevi.
“Ketika kira harus (berperang), kitaakan maju dengan sekuat tenaga,” sambungnya.
Secara terpisah, Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir mengatakan, “Tidak ada jalan keluar dari memulai perang yang sebenarnya, karena jelas bahwa seluruh persenjataan Hizbullah hanyalah untuk mempersiapkan serangan terhadap kami.”
Dalam sebuah wawancara dengan Channel 7 pada Rabu malam, Ben Gvir menambahkan, “Di Lebanon, ada kebutuhan untuk melakukan serangan preventif terhadap Hizbullah, dan tidak ada penyelesaian politik yang akan membantu.”
Dia juga mengatakan, “Perang di utara mungkin merupakan perang yang paling menyakitkan, namun kita tidak boleh menyerahkan tugas ini kepada generasi berikutnya dari anak-anak kita. Kita tidak boleh mengatakan bahwa kita akan menunda (perang) agar hal ini tidak terjadi pada generasi kita. Menunda akan membutuhkan banyak darah.”
Belum ada komentar langsung dari Hizbullah mengenai pernyataan Israel tersebut.
Sebagai solidaritas dengan rakyat dan pejuang Palestina di Jalur Gaza, Hizbullah terlibat aksi saling membom dengan Israel setiap hari sejak 8 Oktober 2023, hingga menjatuhkan puluhan korban tewas dan cedera di kedua sisi perbatasan, termasuk warga sipil dan jurnalis. (mm/raialyoum)
Baca juga: