Beirut, LiputanIslam.com – Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah dalam pidatonya pada hari Ahad (14/1) memuji ketangguhan para pejuang Palestina di Gaza dan menyebut perjuangan mereka sebagai peristiwa yang langka dalam sejarah. Dia juga memastikan bahwa pihaknya sendiri, Hizbullah, terus bertempur melawan Israel, yang menurutnya menutupi-nutupi fakta kerugian diderita rezim Zionis tersebut dalam perang.
“Israel lebih ketat, lebih tertutup, dan lebih mengontrol berita dibandingkan sebelumnya,” katanya, sembari menyebutkan bahwa para pengamat pun juga menilai Israel bahkan “belum meraih kemenangan atau bahkan gambaran kemenangan.”
Sekjen Hizbullah memastikan kerugian Israel “berakumulasi di wilayah Gaza, Tepi Barat dan Lebanon, selain kerugian ekonomi dan kerugian bagi para pengungsi.”
Kerugian terbaru, lanjutnya, adalah apa yang diungkapkan oleh media Israel mengenai keberadaan “4000 penyandang disabilitas di barisan tentaranya dalam waktu 100 hari, dan angka itu bisa jadi meningkat hingga 30.000.”
Sayid Nasrallah juga menyebutkan bahwa “apa yang terjadi di Laut Merah telah memberikan pukulan besar terhadap perekonomian musuh,” dan citra Israel “telah terungkap di dunia, dan inilah yang diungkapkan di Mahkamah Internasional di Den Haag.”
“Terlepas dari hasil persidangan, kejadian dimana entitas pendudukan didakwa, di depan mata dunia dan berdasarkan bukti yang tak terbantahkan, merupakan hal yang belum pernah terjadi sebelumnya dan telah mencemaskan entitas pendudukan, yang mengandalkan kemunafikan moral di hadapan dunia, dengan menyangkal tuduhan bahwa mereka melancarkan perang genosida di Gaza,” katanya.
Mengenai serangan dahsyat Hizbullah terhadap pangkalan udara Meron Israel , dia mengatakan bahwa Hizbullah telah menembakkan 62 rudal, termasuk 40 Katyusha dan 22 Kornet dari jangkauan baru, ke pangkalan tersebut, namun Israel sangat merahasiakan kerugian yang dideritanya.
“Ada korban jiwa di pangkalan Meron, namun rezim pendudukan menyembunyikan kerugian tersebut. Tapi, video para pejuang mengenai serangan ini mengungkapkan kebohongan musuh… Penyembunyian Israel atas kematian, luka, kerugian dan kekalahannya terjadi karena mengungkapkan kebenaran akan menyebabkan frustrasi moral yang besar, seperti yang diakui oleh media Israel,” terangnya.
Mengenai front Yaman, Sekjen Hizbullah mengatakan, “Agresi baru-baru ini terhadap Yaman mencerminkan kebodohan Amerika dan Inggris” serta “kontradiksi Amerika” karena justru “justru memperluas konflik”, sesuatu yang AS semula mengaku tidak menginginkannya.
Dia juga mengatakan bahwa AS salah jika mengira Yaman akan mundur setelah agresi tersebut, karena Yaman tetap akan menyerang kapal-kapal Israel dan kapal-kapal yang berlayar menuju ke Israel. (mm/raialyoum)