Sanaa, LiputanIslam.com – Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigjen Yahya Saree, mengumumkan bahwa sebuah kapal yang menuju ke pelabuhan di Palestina pendudukan (Israel) menjadi sasaran sejumlah rudal maritim, dan langsung mengena sasaran.
“Angkatan laut kami melakukan operasi penargetan terhadap kapal Zografia , yang sedang menuju ke pelabuhan Palestina pendudukan. Kapal itu ditargetkan dengan sejumlah rudal angkatan laut yang sesuai, dan mengenai (sasaran) secara langsung,” ungkapnya.
Dia menambahkan bahwa operasi penargetan terjadi setelah awak kapal menolak seruan peringatan dan tembakan peringatan.
Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman menegaskan, “Kami akan terus menerapkan keputusan untuk mencegah pelayaran Israel atau yang terkait di Laut Merah dan Laut Arab sampai agresi (terhadap Gaza) berhenti, blokade dicabut, dan semua tindakan defensif dan ofensif diambil dalam batas-batas wilayah tersebut adalah dalam kerangka hak Yaman sah untuk membela dan melanjutkan aksi solidaritas dengan Palestina.”
Kapal kargo curah MT Zografia milik Yunani dengan 24 awak di dalamnya berlayar tanpa muatan dari Vietnam ke Israel, ungkap sumber kementerian pelayaran Yunani kepada kantor berita Reuters.
Menurut sumber anonim itu, kapal tersebut terkena rudal di lepas pantai Yaman saat menuju utara di Laut Merah, namun tidak ada korban luka.
Hal ini terjadi sehari setelah kapal Gibraltar Eagle yang berbendera Kepulauan Marshall, yang merupakan milik AS, dihantam oleh sebuah rudal sekitar 177 km tenggara kota Aden di Yaman, yang menyebabkan kebakaran di ruang kargo.
Pasukan Yaman yang didukung Iran telah menyerang kapal-kapal di Laut Merah sejak November dalam upaya untuk mendukung kelompok Palestina Hamas dalam perangnya melawan Israel di Gaza.
Laporan lain menyebutan bahwa pasukan AS melancarkan serangan yang menyasar empat rudal Yaman yang “mengancam kapal sipil dan militer”, menurut apa yang diumumkan seorang pejabat AS pada hari Selasa.
Pejabat anonim itu mengatakan, “AS melancarkan serangan untuk membela diri terhadap empat rudal balistik Houthi yang merupakan ancaman terhadap kapal kargo dan kapal Angkatan Laut AS.”
Sementara itu, Arab Saudi, negara jiran Yaman, pada Selasa malam menegaskan bahwa Israel hanya akan dapat menikmati perdamaian jika negara Palestina terbentuk, dan menekankan perlunya gencatan senjata di Jalur Gaza untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung sejak 7 Oktober lalu.
Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan, dalam pidatonya pada sesi dialog di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, menyatakan hal tersebut sembari mengatakan, “Perdamaian dan keamanan bagi Israel terkait erat dengan perdamaian dan keamanan bagi Palestina, dan ini adalah sesuatu yang telah kami dukung di Kerajaan sejak tahun 1981 dengan inisiatif perdamaian, dan kami sepenuhnya mendukung hal itu.”
Sebelumnya, Arab Saudi dilaporkan menolak pangkalan udaranya dipakai oleh AS untuk menyerang Yaman.
(mm/alalam/skynews/raialyoum)
Baca juga: