Baghdad, LiputanIslam.com – Para pejuang resistensi Islam di Irak mengumumkan pihaknya telah melesatkan sejumlah rudal jelajah canggih “Arqab” ke target penting di kota Haifa di Palestina pendudukan pada hari-hari sebelumnya.
Kubu resistensi Irak dalam sebuah pernyataannya pada hari Ahad (7/1) menegaskan bahwa serangan itu dilancarkan “demi mendukung saudara-saudara kami di Gaza, dan sebagai tanggapan atas pembantaian yang dilakukan oleh entitas perampas (Israel) terhadap warga sipil Palestina, termasuk anak-anak, wanita, dan orang tua.”
Pernyataan tersebut juga menekankan bahwa mereka “akan terus menghancurkan benteng musuh,” dan menjanjikan “lebih banyak lagi.”
#شاهد | إطلاق المقاومة الإسلامية في #العراق لصاروخ الأرقب "كروز مطوّر" بعيد المدى بإتجاه حيفا المحتلة.#طوفان_الأقصى #الثورة_الكبرى pic.twitter.com/GCdY4vWUJQ
— قناة الميادين (@AlMayadeenNews) January 7, 2024
Dilaporkan bahwa kubu resistensi di Irak telah memasuki fase baru operasinya dengan menggunakan rudal jelajah canggih jarak jauh.
Sebelumnya di hari yang sama, kubu resistrensi Islam Irak mengaku telah menyerang pangkalan rezim pendudukan Israel di wilayah pendudukan Golan dengan pesawat nirawak, serta menyerang pasukan Amerika Serikat (AS) dan pangkalan mereka di Irak dan Suriah.
Pada tanggal 28 Desember 2023, mereka menyatakan telah menyerang sasaran penting di pemukiman Eilat di bagian selatan Palestina pendudukan “ dengan senjata yang sesuai”.
Sebelum menyerang Eilat, mereka mengaku telah menyerang sasaran penting di Laut Mediterania dengan senjata yang tepat, dan memastikan bahwa serangan itu menjatuhkan korban.
Para pejuang Irak telah puluhan kali menggempur pangkalan-pangkalan AS di Suriah dan Irak, sejak mereka memulai tanggapannya terhadap agresi Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza, dengan menggunakan roket, drone, dan rudal balistik jarak pendek dan jauh. (mm/raialyoum)
Baca juga:
Sekjen Hizbullah Bicara Tentang Aksi Para Pejuang Lebanon, Irak dan Yaman dalam Membela Gaza
Hizbullah Gempur Israel dengan 62 Rudal