Washington, LiputanIslam.com – Serangan Amerika Serikat (AS) telah menyebabkan kematian pemimpin militer i faksi pro-Iran di Irak yang terlibat dalam serangan terhadap tentara AS, ungkap seorang pejabat Kementerian Pertahanan AS Pentagon, Kamis (4/1).
“Serangan ini dilakukan untuk membela diri,” kata pejabat itu dalam sebuah pernyataan, sembari memastikan “tidak ada warga sipil yang terluka, dan tidak ada infrastruktur atau fasilitas yang terkena dampak.”
Menurutnya, serangan itu ditujukan terhadap pemimpin Gerakan Al-Nujaba, yang merupakan salah satu faksi paling menonjol dari pasukan relawan Al-Hashd Al-Shaabi atau Pasukan Mobilisasi Populer dan sangat menentang kehadiran ASdi Irak.
Pejabat itu menyebutkan bahwa tokoh pejuang Irak itu “secara aktif terlibat dalam perencanaan dan pelaksaan serangan terhadap orang-orang AS,” dan bahwa juga ada anggota Al-Nujaba lain yang terbunuh oleh serangan AS.
Di pihak lain, Gerakan Al-Nujaba sendiri dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis mengumumkan; “Asisten Komandan Operasi Sabuk Bagdad di Al-Hasyd Al-Shaabi, Haji Mushtaq Talib Al-Saidi (Abu Taqwa) dan seorang rekannya, terbunuh oleh pemboman Amerika terhadap pusat dukungan logistik di Bagdad.”
AS mengerahkan 2500 tentara di Irak dan sekitar 900 tentara di Suriah dengan dalih demi memerangi kelompok teroris ISIS, dalam koalisi internasional yang didirikan pada tahun 2014. (mm/raialyoum)
Baca juga: