Beirut, LiputanIslam.com – Dua sumber keamanan mengatakan kepada Reuters bahwa seorang pejabat lokal dan tiga anggota kelompok pejuang Hizbullah gugur akibat serangan Israel di Lebanon selatan pada Rabu malam (3/1).
Hal ini menjadikan jumlah korban dalam serangan Israel di Lebanon selatan pada hari Rabu menjadi sembilan anggota Hizbullah, yang merupakan salah satu hari paling berdarah bagi kelompok tersebut sejak mulai baku tembak lintas perbatasan dengan Israel pada bulan Oktober.
Pada Rabu malam, Hizbullah mengumumkan kematian salah satu anggotanya dalam konfrontasi dengan tentara Israel di perbatasan selatan Lebanon, sehingga jumlah korban jiwa di pihak Hizbullah menjadi 143 orang sejak 8 Oktober 2023.
Dalam sebuah pernyataan, Hizbullah menyatakan berduka cita atas Muhammad Akram Hamad, dari kota Nabatiyeh al-Tahta di Lebanon selatan, yang gugur demi Al-Quds.
Kantor berita resmi Lebanon, INA, pada Rabu malam melaporkan; “Jet tempur tempur Israel melancarkan serangan di pusat kota Naqoura, yang menyebabkan hancurnya sebuah rumah dan kerusakan pada rumah-rumah di sekitarnya, sementara tim ambulans bergegas ke tempat kejadian. ”
Hizbullah dalam dua pernyataan terpisah mengumumkan pihaknyanya telah “menggempur garnisun barak Pranit dengan senjata rudal, dan menyerang kumpulan tentara Israel di lokasi Birkat Risha dengan senjata yang sesuai, serta melakukan serangan langsung.”
Sebagai bentuk solidaritas dengan Jalur Gaza, Hizbullah terlibat pertempuran melawan pasukan Zionis Israel setiap hari sejak 8 Oktober, yang mengakibatkan banyak korban tewas dan luka di kedua sisi perbatasan.
Sejak 7 Oktober 2023, tentara Israel telah melancarkan perang dahsyat di Gaza, yang hingga Rabu telah menyebabkan 22.313 orang gugur dan 57.296 orang terluka, kebanyakan dari mereka adalah anak-anak dan perempuan, serta menimbulkan kerusakan besar-besaran pada infrastruktur dan bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya, menurut laporan Otoritas Jalur Gaza dan PBB. (mm/raialyoum)