
Moskow, LiputanIslam.com – Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi dalam pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow, Kamis (7/12), menegaskan bahwa apa yang terjadi di Gaza adalah genosida dengan dukungan Amerika Serikat (AS).
Raisi mula-mula membicarakan hubungan bilateral Teheran-Moskow dengan mengatakan: “Dalam kerangka kebijakan bertetangga yang baik dan kerja sama dengan Rusia, hubungan bilateral semakin berkembang, dan terdapat banyak bidang kerja sama antara kedua negara.”
Dia menambahkan, “Kerja sama kedua negara terus berlanjut dan kita dapat mengambil langkah-langkah baik di berbagai bidang.”
Presiden Iran kemudian menyebutkan bahwa apa yang terjadi di Gaza sebagai genosida dengan dukungan Amerika Serikat, dan bahwa apa yang merugikan umat manusia adalah unilateralisme dan rezim zalim yang terlihat dari apa yang terjadi di Gaza saat ini.
“ Yang memprihatinkan adalah kejadiangugurnya lebih dari 6.000 anak-anak Palestina di Gaza dengan dukungan AS dan negara-negara Barat. Yang lebih disesalkan adalah diamnya organisasi-organisasi internasional yang mengaku membela HAM mengenai apa yang terjadi di Gaza.”
Dia menekankan perlunya mengambil solusi cepat dan mendesak untuk menghentikan serangan di Gaza.
Dia menjelaskan bahwa satu anak gugur syahid setiap sepuluh menit di Gaza, sehingga perlu dicari solusi yang cepat dan mendesak untuk mengakhiri pemboman di Gaza.
“Kejahatan entitas Zionis di Gaza didukung oleh Amerika dan negara-negara Barat, dan naifnya, organisasi-organisasi internasional dan lain-lain yang berbasa-basi tentang HAM telah kehilangan efektivitasnya,” tutur Raisi.
Pada kesempatan itu Presiden Iran mengundang Putin untuk berkunjung Iran.
Di pihak lain, Putin dalam pertemuan itu mengatakan, “Sangat penting bagi kita untuk sama-sama membahas masalah-masalah regional, khususnya Palestina.”
Sembari menyambut baik undangan yang diterimanya dari Raisi, Putin menyebutkan bahwa penandatanganan perjanjian untuk membangun perdagangan bebas dengan Iran dan Delegasi Ekonomi Eurasia merupakan agenda Rusia. (mm/alalam)
Baca juga: