Teheran, LiputanIslam.com – Pemimpin Besar Iran Ayatullah Seyid Ali Khamenei saat ditemui Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel yang sedang berkunjung ke Iran menyatakan bahwa besarnya kapasitas politik dan ekonomi Iran dan Kuba hendaknya digunakan untuk membentuk koalisi melawan penindasan terhadap Amerika Serikat dan sekutu Baratnya.
Dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh Presiden Iran Ebrahim itu, Senin (4/12), Ayatollah Khamenei mengatakan, “Kapasitas ini harus digunakan untuk membangun aliansi dan koalisi di antara negara-negara yang memiliki posisi yang sama melawan penindasan yang dilakukan oleh AS dan Barat. Dengan fokus pada kerja sama ekonomi, koalisi ini dapat mengambil posisi bersama dan efektif dalam isu-isu penting internasional seperti isu Palestina.”
Dia juga menekankan bahwa masalah Palestina tidak terbatas pada perkembangan terkini dan pemboman di Gaza karena rakyat Palestina telah mengalami berbagai jenis penyiksaan, penderitaan dan pembantaian selama 75 tahun terakhir.
Menurutnya, Gaza saat ini dihadapkan pada bencana besar yang tidak dapat disembunyikan, dan perang tersebut telah mengungkap realitas di lapangan kepada opini publik dunia.
Ayatullah Khamenei menilai Iran dan Kuba memiliki pendirian yang sama dalam banyak perkembangan internasional, terutama masalah Palestina.
Di pihak lain, Presiden Kuba Díaz-Canel menyatakan bahwa pendirian dan pernyataan Ayatullah Khamenei sesuai dengan keprihatinan dan pendirian pemerintah Kuba.
Dia menambahkan Kuba dan Iran memfokuskan semua upaya mereka pada cara-cara untuk memperdalam hubungan timbal balik, terutama di bidang ekonomi dan komersial.
Dia menekankan bahwa Iran dan Kuba dapat saling melengkapi di berbagai bidang, khususnya dalam menghadapi tindakan intervensi dan sanksi yang dijatuhkan AS dan sekutunya.
Mengenai kerja sama dalam isu-isu global, dia menyatakan bahwa kedua negara harus lebih mengembangkan hubungan mereka dan memainkan peran yang berpengaruh dalam memimpin perkembangan seperti masalah Palestina.
Presiden Kuba mengutuk aksi Israel di Gaza dan menyebutnya “genosida yang tidak dapat diterima”. Dia juga menilai organisasi-organisasi internasional menutup mata terhadap pembunuhan puluhan ribu warga sipil, yang sebagian besarnya adalah kaum perempuan dan anak-anak di bawah umur di Jalur Gaza.
Dia mengatakan bahwa pihak-pihak yang selalu mengeluhkan perang antara Ukraina dan Rusia serta keterbunuhan warga sipil kini malah bungkam terhadap pembantaian puluhan ribu orang di Gaza. Presiden Kuba memandang realitas ini mencerminkan kenaifan kondisi keadaan dunia. (mm/presstv)
Baca juga: