AlQuds, LiputanIslam.com – Tentara Israel mengumumkan bahwa pasukan artilerinya telah membom lokasi di Suriah dan Lebanon yang menjadi tempat peluncuran rudal ke arah Israel.
“Sebelumnya pada hari ini, peluncuran roket terdeteksi dari Suriah menuju Israel,” ungkapnya, Ahad (3/12), sembari menyebutkan bahwa pihaknya membombardir lokasi peluncuran dengan artileri.
Tentara Israel tidak merinci lokasi pendaratan roket tersebut.
Dari waktu ke waktu, tentara Israel melancarkan serangan udara terhadap apa yang dikatakan Tel Aviv sebagai sasaran Iran di Suriah.
Tentara Israel juga melaporkan bahwa orang-orang bersenjata menembakkan rudal anti-tank dari Lebanon pada malam hari, yang mendarat di area terbuka dekat kota Yiftah (dekat perbatasan dengan Lebanon), tanpa menimbulkan korban jiwa.
Mereka menambahkan bahwa mereka “membombardir beberapa wilayah di Lebanon dengan artileri.”
Beberapa tentara Israel dilaporkan terluka terkena serangan rudal anti-tank yang ditembakkan oleh kelompok Hizbullah dari Lebanon menuju pemukiman Beit Hillel di Israel utara.
Di pihak lain, Hizbullah mengumumkan; “Pada Minggu Mujahidin Perlawanan Islam menyerang kendaraan militer di pangkalan Beit Hillel dengan rudal hingga membunuh dan melukai awaknya.”
Radio Tentara Israel melaporkan 11 orang terluka ketika sebuah rudal anti-tank ditembakkan ke pemukiman dekat perbatasan Lebanon, termasuk delapan tentara.
Radio di akunnya di platform X menyatakan; “11 orang terluka ringan dan sedang, termasuk delapan tentara dan tiga warga sipil, akibat rudal anti-tank yang ditembakkan ke Beit Hillel.”
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan Hizbullah Lebanon agar tidak terlibat dalam perang. Dia mengancakm bahwa jika Hizbullah melakukan kesalahan maka ini akan menghancurkan seluruh Lebanon.
Netanyahumengaku telah mengeluarkan instruksi untuk memperluas operasi militer di Jalur Gaza, yang menunjukkan bahwa Tel Aviv tidak akan tunduk pada “tekanan internasional yang meningkat.” (mm/raialyoum)
Baca juga: