Gaza, LiputanIslam.com – Serangan Rezim Zionis Israel di Gaza semakin brutal dan tidak pandang bulu hingga menyebabkan kematian banyak anak di bawah umur dalam jumlah yang kian mengerikan serta kehancuran di seluruh jalur yang terkepung.
Setidaknya 700 warga Palestina telah terbunuh dalam 24 jam terakhir sehingga salah satu angka kematian harian tertinggi sejak perang dimulai pada 7 Oktober.
Dari utara hingga selatan, warga Palestina di Gaza mengatakan tidak ada tempat yang aman.
Militer Israel menyasar kamp pengungsi Jabalia untuk hari kedua. Beberapa rumah hancur, dan puluhan orang gugur, sementara banyak korban lagi yang terkubur di bawah reruntuhan.
Israel juga menyerukan kepada warga dari lingkungan tertentu di Khan Younis di Gaza selatan untuk mengungsi. Jalan-jalan menuju bagian lain kota atau lebih jauh ke selatan telah hancur atau rusak berat.
Lebih dari 15.500 orang telah dipastikan gugur di Gaza sejak dimulainya konflik, menurut Kementerian Kesehatan di Gaza.
Seorang juru bicara Pertahanan Sipil Palestina Mahmoud Basal mengatakan bahwa kondisi di Gaza “sangat mengerikan”, dan memperingatkan bahwa tim penyelamat kekurangan sumber daya untuk menjangkau semua korban pemboman Israel.
“Ada puluhan warga sipil yang terbunuh dalam setiap serangan udara. Ratusan orang juga terluka,” katanya. (mm/aljazeera/presstv)
Baca juga: