Beirut, LiputanIslam.com – Serangan Israel menggugurkan tiga orang di Lebanon selatan setelah masa gencatan senjata antara Israel dan kelompok bersenjata Palestina Hamas berakhir dan dimulainya kembali pertempuran antara Israel dan Hizbullah di perbatasan Israel-Lebanon.
Kelompok pejuang Hizbullah Lebanon yang bersekutu Hamas mengatakan salah satu pejuangnya termasuk di antara korban yang gugur pada hari Jumat (1/12).
Hizbullah sendiri mengaku telah melakukan beberapa serangan terhadap posisi militer Israel di perbatasan untuk mendukung orang Palestina di Gaza, di mana jeda pertempuran selama seminggu berakhir pada hari sebelumnya.
Tentara Israel mengatakan artileri mereka menyerang sumber tembakan dari Lebanon dan pertahanan udaranya telah mencegat dua peluncuran.
Tentara pendudukan itu juga mengaku telah menyerang “sel teroris”, sementara sirene peringatan akan datangnya roket terdengar di beberapa kota di Israel utara, membuat warga berlarian mencari perlindungan.
Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan dua orang gugur akibat penembakan Israel di kota Houla di perbatasan Lebanon dan satu orang lain gugur di desa Jebbayn.
Seorang wanita dan putranya yang berusia 35 tahun tewas di Houla, Shakeeb Koteich, ungkap kepala dewan kota kepada kantor berita Reuters, dan keduanya adalah warga sipil. Hizbullah kemudian mengatakan salah satu anggotanya gugur di Houla.
“Sebuah peluru mendarat di dekat rumah, dan peluru kedua menghantam rumah tersebut,” kata Koteich melalui telepon.
Sejak pecahnya perang Hamas-Israel pada tanggal 7 Oktober, Hizbullah hampir setiap hari melancarkan serangan roket terhadap posisi Israel di perbatasan, sementara Israel melancarkan serangan udara dan artileri di Lebanon selatan. (mm/aljazeera)
Baca juga: