Beirut, LiputanIslam.com – Kelompok pejuang Hizbullah menyatakan empat tentara Zionis Israel tewas terkena serangan rudal kelompok pejuang yang berbasis di Lebanon tersebut.
Hizbullah dalam sebuah pernyataannya pada hari Kamis (23/11) mengumumkan, “Untuk mendukung rakyat Palestina yang teguh di Jalur Gaza dan untuk mendukung perlawanan mereka yang gagah berani dan terhormat, dan setelah memantau dengan cermat masuknya empat tentara Israel ke sebuah rumah di Al-Manara pada pukul 14:50 pada hari Kamis tanggal 23 November 2023, para pejuang resistensi Islam (Hizbullah) menyerang mereka dengan peluru kendali yang terfokus dan secara khusus, yang menyebabkan terbunuhnya mereka semua dan hancurnya rumah di atas kepala mereka.”
Ini merupakan yang pertama kalinya Hizbullah menggunakan rudal tipe demikian, sehingga menandakan terjadi eskalasi konfrontasi antara Hizbullah dan Israel.
Hizbullah mengumumkan pelaksanaan sejumlah besar operasi melawan tentara pendudukan Israel di Lebanon selatan.
Sebelumnya, Hizbullah berduka atas gugurnya lima anggotanya, termasuk satu putra pemimpin Blok Al-Wifa Mohammad Ra’ad, akibat pemboman Israel di Lebanon selatan, dan dengan demikian korban gugur di pihak Hizbullah bertambah menjadi 84 orang sejak 8 Oktober, sehari setelah Hamas memulai operasi Badai Al-Aqsa yang, menurut catatan resmi Israel, telah menewaskan sekira 1200 orang Israel. (mm/alalam/raialyoum)
Baca juga:
Jelang Gencatan Senjata,Israel Bunuh 30 Orang di Sekolah PBB di Gaza
Bahas Gencatan Senjata, Menlu Iran Adakan Pertemuan dengan Para Tokoh Pejuang Palestina