AlHudaydah, LiputanIslam.com – Angkatan Bersenjata Yaman kubu Sanaa atau kelompok pejuang Ansarullah memperingatkan bahwa sebagaimana Rezim Zionis Israel, para sekutu Israel juga telah ditetapkan sebagai “target yang sah” di Selat Bab al-Mandab, setelah akhir pekan lalu pasukan Yaman itu menyita sebuah kapal kargo yang terkait dengan seorang pengusaha Israel sebagai tanggapan terhadap perang Israel di Gaza.
Komandan Angkatan Laut Yaman, Mayjen Muhammad Fadl Abdulnabi, pada hari Rabu (22/11), menegaskan dari atas kapal yang disita itu bahwa “mereka yang bersekutu dengan musuh, Zionis, dan mereka yang mengamankan jalur melalui Bab al-Mandab juga dianggap sebagai target yang sah.”
Pada Ahad lalu, pasukan Yaman mengumumkan “penyitaan sebuah kapal Israel dan membawanya ke pantai Yaman”, dan menekankan bahwa operasi mereka “hanya mengancam kapal-kapal entitas Israel dan milik orang Israel. ”
Dalam rekaman video yang dipublikasi di platform X, Abdulnabi menyatakan, “Kami memberi tahu entitas Zionis bahwa Bab al-Mandab adalah garis merah, kami tidak bisa berpangku tangan. Kapal sipil atau militer mana pun (berafiliasi dengannya) dianggap sebagai target yang sah.”
Pesisir Yaman menghadap ke Selat Bab al-Mandab, yang merupakan jalur sempit antara Yaman dan Djibouti di titik paling selatan Laut Merah. Jalur ini merupakan salah satu jalur laut tersibuk di dunia, karena sekitar seperlima konsumsi minyak global melewatinya. (mm/raialyoum)
Baca juga: