Teheran, LiputanIslam.com – Menanggapi serangan teror mematikan yang terjadi di provinsi Homs, Suriah, Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi mengatakan bahwa kontinyuitas serangan teror di Suriah merupakan hasil dari dukungan negara-negara asing terhadap kawanan teroris.
Dalam pesannya kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad, Jumat (6/10), Presiden Raisi menyampaikan belasungkawa atas serangan drone teror besar terhadap sebuah perguruan tinggi militer Suriah yang menyebabkan seratusan orang tewas dan ratusan lainnya terluka pada hari Kamis.
Dia menyatakan bahwa berlanjutnya serangan teror di Suriah dalam beberapa bulan terakhir berakar pada dukungan intelijen, keamanan, dan logistik terhadap teroris dengan tujuan mencegah stabilitas dan keamanan di negara ini.
Dia menambahkan bahwa berkontribusi pada terciptanya peluang bagi teroris ISIS dan kawanan ekstremis takfiri lainnya untuk melakukan operasi di Suriah merupakan sesuatu yang sejalan dengan agresi rezim Zionis terhadap kedaulatan nasional Suriah.
“Tidak diragukan lagi, tanggung jawab atas insiden tragis ini terletak pada para pendukung kelompok teroris asing, termasuk penjajah wilayah Suriah, yang menghalangi perjuangan efektif melawan terorisme,” ujar Raisi.
Presiden Iran mendesak entitas internasional terkait, khususnya Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), untuk memenuhi kewajibannya dalam masalah ini.
Laporan terbaru menyebutkan bahwa sedikitnya 100 orang tewas akibat serangan terhadap akademi militer di Suriah pada hari Kamis.
Kementerian Pertahanan Suriah menyatakan bahwa korban tewas terdiri atas warga sipil dan personel militer Suriah di Homs, dan bahwa kawanan teroris telah menggunakan pesawat nirawak dalam serangan itu.
Kementerian Pertahanan dan Kementerian Luar Negeri Suriah berjanji akan membalas serangan itu dengan kekuatan penuh.
Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Mohammad Hossein Bagheri mengatakan Iran siap membantu Suriah dalam memerangi terorisme.
Dalam pesannya kepada Menteri Pertahanan dan Panglima Angkatan Angkatan Bersenjata Suriah, Jenderal Bagheri mengatakan bahwa serangan teror tersebut kembali mengungkap watak kriminal teroris takfiri dan pendukungnya.
Serangan tersebut, menurutnya, membuktikan bahwa pendekatan politis terhadap kawanan teroris justru hanya melemahkan kemauan suatu negara, sehingga yang harus menjadi tekad adalah terus melawan dan menumpas teroris serta menggagalkan ambisi para pendukungnya.
“Pemerintah yang mendukung teroris ini juga harus bertanggung jawab atas kejahatan besar ini,” Bagheri.
Dia juga menegaskan bahwa aksi tidak manusiawi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat internasional harus lebih bertekad dan serius dalam memerangi terorisme. (mm/alalam/mna)
Baca juga: