Teheran, LiputanIslam.com – Juru Bicara Kementerian Pertahanan Iran Brigjen Reza Talaee Nik mengatakan bahwa Teheran telah membangun rudal yang dirancang khusus untuk menggempur tanah pendudukan Palestina yang diduduki oleh kaum Zionis Israel.
“Saat ini, kami memiliki rudal-rudal yang kami namai sebagai rudal-rudal yang dapat menyerang Israel karena sasaran utamanya adalah wilayah pendudukan (Israel),” kata Talaee Nik dalam sebuah upacara yang diadakan untuk memperingati para martir Iran di kota Kabudarahang, provinsi Hameda, Ahad (24/9).
“Sistem senjata kami dirancang secara proporsional sesuai dengan ancaman… Sistem ini dibangun oleh para ahli dalam negeri dan dinamai Qassem Soleimani. Ini disebut rudal yang dapat menyerang Israel,” sambungnya.
Dia menyebutkan bahwa rudal Qassem Soleimani berbahan bakar padat, memiliki panjang 11 meter dengan bobot sekitar 7 ton, berhulu ledak seberat 500 kg, berkecepatan 12 mach, dan berjarak jangkau 1400 namun dapat ditingkatkan menjadi sekitar 1700-1800 km.
Sementara itu, Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi menepis keras klaim negara-negara Barat bahwa Teheran bermaksud membuat senjata nuklir.
Raisi membela pengayaan uranium negaranya hingga tingkat kemurnian 60%, dengan mengatakan bahwa hal itu merupakan respon Teheran terhadap negara-negara Eropa yang tidak memenuhi perjanjian nuklir tahun 2015.
Dalam wawancara dengan CNN, Raisi dengan tegas menolak pengayaan uranium hingga mendekati volume yang diperlukan untuk membuat senjata.
“Secara resmi diumumkan bahwa tindakan yang ingin kami ambil tidak dimaksudkan untuk mencapai senjata nuklir jenis apa pun atau dimensi militer apa pun, apa pun jenisnya, melainkan merupakan respon atas kurangnya komitmen yang ditunjukkan oleh negara-negara Eropa,” tuturnya,
Iran mengaku memperkaya uranium hingga 60% pada tahun 2021, menyusul serangan terhadap fasilitas nuklir di atas permukaan tanah di Natanz, yang menurut Teheran dilakukan oleh rezim Israel.
Dia juga menegaskan kembali bahwa Iran tidak berencana untuk memperoleh bom nuklir.
Presiden Raisi juga mengatakan upaya yang dimediasi AS untuk menormalisasi hubungan Israel dengan negara-negara Arab di Teluk Persia, termasuk Arab Saudi, “tidak akan berhasil.” (mm/alalam/fna)
Baca juga: