Jenin, LiputanIslam.com – Para perunding Ansarullah meninggalkan Riyadh, ibu kota Arab Saudi, setelah menjalani perundingan selama lima hari dengan para pejabat Saudi mengenai kemungkinan perjanjian untuk mengakhiri konflik di Yaman.
Saluran TV Al-Masirah milik Ansarullah melaporkan bahwa delegasi Ansarullah dan mediator Oman mendarat di ibu kota Yaman, Sanaa, pada Selasa (19/9), setelah putaran perundingan di Arab Saudi.
Dua sumber menyebutkan bahwa deberapa kemajuan telah dicapai mengenai beberapa poin utama antara Ansarullah dan Arab Saudi, termasuk batas waktu keluarnya pasukan asing dari Yaman dan mekanisme pembayaran gaji masyarakat, dan bahwa kedua belah pihak akan bertemu untuk melakukan pembicaraan lebih lanjut setelah konsultasi “segera”.
Delegasi Ansarullah tiba di Arab Saudi pekan lalu, dan ini menjadi kunjungan resmi pertama ke Saudi sejak perang pecah di Yaman pada tahun 2014 setelah Ansarullah memotori aksi protes rakyat Yaman yang berujung tergulingnya pemerintah yang didukung Saudi.
Pembicaraan tersebut dilaporkan terfokus pada pembukaan kembali pelabuhan dan bandara Sanaa yang dikuasai Ansarullah, pembayaran gaji pegawai negeri, upaya pembangunan kembali, dan batas waktu bagi pasukan asing untuk keluar dari Yaman.
Sebuah perjanjian akan memungkinkan PBB untuk memulai kembali proses perdamaian politik yang lebih luas dan melibatkan pihak-pihak lain dalam konflik Yaman, termasuk pemerintah Yaman dan kekuatan separatis selatan. (mm/almasirah/aljazeera)
Baca juga:
Saudi Anggap Israel Bertanggungjawab atas Serbuan Ekstremis Yahudi ke Al-Asqa
Saudi Tangguhkan Perundingan Normalisasi Hubungan dengan Israel