Riyadh, LiputanIslam.com – Arab Saudi mengutuk tindakan penyerangan terbaru yang dilakukan oleh ekstremis Yahudi Israel terhadap situs suci Masjid al-Aqsa di kota al-Quds, dan menganggap rezim di Tel Aviv bertanggung jawab langsung atas dampak dari provokasi tersebut.
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Senin (19/9), Kementerian Luar Negeri Saudi menegaskan bahwa penyerbuan Masjid al-Aqsa sehari sebelumnya oleh sekelompok ekstremis Israel, yang terjadi di bawah perlindungan pasukan Israel, merupakan “sebuah provokasi terhadap perasaan umat Islam di seluruh dunia.”
“Kementerian Luar Negeri menganggap pasukan pendudukan Israel bertanggung jawab penuh atas dampak dari pelanggaran yang terus berlanjut ini,” bunyi pernyataan itu.
Pernyataan tersebut juga mendesak komunitas internasional menunaikan tanggung jawabnya mencegah eskalasi aksi pendudukan Israel di wilayah Palestina.
Pada Ahad lalu sejumlah pemukim Israel memasuki kompleks Masjid al-Aqsa, sebagai bagian dari apa yang diyakini para pengamat sebagai rencana mendatangi situs tersebut untuk mengubah sebagian atau seluruhnya menjadi kuil Yahudi.
Pasukan pendudukan Israel juga membatasi akses jamaah Muslim ke situs suci tersebut, dan mencegah masuknya warga Palestina.
Pada hari itu pasukan Israel juga secara brutal menyerang jamaah Muslim di salah satu pintu masuk utama kompleks Masjid al-Aqsa.
Tentara pendudukan juga memukuli tiga jamaah, termasuk seorang pria lanjut usia dan seorang wanita lanjut usia, di dekat Gerbang as-Silsila.
Kekerasan terjadi setelah ketiganya melakukan protes secara damai terhadap seorang pemukim Israel, yang meniup terompet di pintu masuk Masjid al-Aqsa.
Kehadiran ekstremis Zionis di kompleks Masjid al-Aqsa, yang dilakukan secara rutin dalam beberapa bulan terakhir, bertentangan dengan prinsip umat Islam yang memandang situs tersebut sebagai tempat suci Islam sepenuhnya di mana hanya umat Islam yang boleh menyelenggarakan salat dan ritual keagamaan.
Kecaman Arab Saudi atas penyerbuan Masjid al-Aqsa pada hari Senin terjadi di tengah upaya rezim Israel untuk menormalisasi hubungan politiknya dengan Riyadh.
Sementara itu, Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) mengatakan bahwa serangan pada hari Senin terhadap sebuah pertemuan dan pos pemeriksaan warga Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat merupakan respon terhadap penyerbuan kompleks Masjid al-Aqsa sehari sebelumnya oleh ekstremis Israel.
Juru bicara Hamas Muhammad Hamadeh menyatakan demikian beberapa jam setelah terjadi serangan penembakan terhadap pasukan militer Israel dan pemukim di berbagai wilayah Tepi Barat yang diduduki.
Hamadeh mengatakan serangan itu adalah “respon alami” terhadap tindakan kriminal penjajah yang menyerbu Masjid al-Aqsa pada hari Ahad.
Pejabat Hamas itu mengatakan serangan terhadap Israel harus dilihat sebagai bagian dari kampanye mobilisasi di Palestina untuk mempertahankan situs suci umat Islam di kota al-Quds dari serangan para pemukim. (mm/wafa/presstv)
Baca juga:
Pasukan Israel Serang Jamaah Palestina di Masjid Al-Aqsa
Saudi Tangguhkan Perundingan Normalisasi Hubungan dengan Israel