Teheran, LiputanIslam.com – Media Israel menyoroti pidato terbaru pemimpin Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah, terutama ancamannya untuk menanggapi keras jika Israel melakukan upaya pembunuhan di wilayah Lebanon.
Perdana Menteri pendudukan Israel Benjamin Netanyahu Ahad lalu bersumbar bahwa siapa pun yang mencoba “merugikan” Israel melalui pendanaan operasi perlawanan atau cara lain “akan menanggung akibatnya.”
Saluran Kan Israel menyiarkan penggalan pidato Sayyed Nasrallah pada Senin malam (28/8), yang menegaskan bahwa upaya pembunuhan Israel di wilayah Lebanon berarti perang.
Situs berita Yedioth Ahronoth menyebutkan bahwa Sayid Nasrallah mendukung Wakil Kepala Biro Politik Hamas, Saleh Al-Arouri, yang bekerja dari Lebanon, dan menekankan bahwa Hizbullah “tidak akan membiarkan Lebanon menjadi arena pembunuhan.”
Sementara itu, Channel 13 Israel menyebutkan bahwa Sekjen Hizbullah terus mengancam Israel, bahwa kali ini Nasrallah menyatakan Netanyahu menuduh Iran berada di balik gejolak resistensi di Tepi Barat, dan bahwa “kubu resistensi di Tepi Barat sepenuhnya sejalan dengan keinginan rakyat Palestina.”
Sayid Nasrallah dalam pidato itu menyinggung ancaman para pejabat Israel, dan menyatakan bahwa Israel selama ini telah berulang kali pembunuhan namun masih tidak mampu mematahkan tekad kubu resistensi. (mm/almayadeen)
Baca juga: