Johannesburg, LiputanIslam.com – Organisasi BRICS yang terdiri dari sejumlah negara berkembang telah mengambil langkah besar dalam memperluas jangkauan dan pengaruhnya dengan mengumumkan bahwa enam negara lagi telah diundang untuk bergabung sebagai anggota baru.
Argentina, Mesir, Ethiopia, Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab telah diundang untuk bergabung sebagai anggota penuh mulai 1 Januari tahun depan.
Blok tersebut, yang dibentuk pada tahun 2009 oleh Brazil, Rusia, India dan Tiongkok, diperluas untuk pertama kalinya hingga mencakup Afrika Selatan pada tahun 2010.
Saat ini, mereka disebut-sebut sedang berupaya menumbuhkan koalisi negara-negara berkembang yang lebih kuat dan dapat menempatkan kepentingan negara-negara Selatan dalam agenda dunia dengan lebih baik.
Sebelum dimulainya pertemuan puncak tahunan di Afrika Selatan pada pekan ini, sebanyak lebih dari 40 negara telah menyatakan minatnya untuk bergabung dengan BRICS, 23 di antaranya telah secara resmi mengajukan permohonan untuk bergabung.
“Kami menghargai minat besar yang ditunjukkan oleh negara-negara Selatan dalam keanggotaan BRICS,” ungkap blok tersebut dalam deklarasi Johannesburg II yang diadopsi di akhir terakhir KTT pada hari Kamis (24/8).
Disebutkan bahwa keenam negara tersebut dipilih setelah “negara-negara BRICS mencapai konsensus mengenai prinsip-prinsip panduan, standar, kriteria dan prosedur proses ekspansi BRICS” – namun tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang kriterianya secara spesifik.
Sekitar 50 kepala negara dan pemerintahan lainnya berpartisipasi dalam pertemuan puncak tersebut.
Presiden Rusia Vladimir Putin melalui tautan video menyatakan terima kasihnya kepada Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa atas kepemimpinannya dalam KTT BRICS dan upayanya untuk memperluas blok tersebut.
Seorang pejabat senior Iran juga menyambut baik masuknya Iran ke dalam BRICS, dan menyebutnya sebagai “keberhasilan strategis” dalam kebijakan luar negerinya.
“Keanggotaan permanen kelompok ekonomi berkembang global adalah peristiwa bersejarah dan keberhasilan strategis bagi kebijakan luar negeri Republik Islam,” tulis Mohammad Jamshidi, penasihat politik Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi.
Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi menyatakan Mesir berharap dapat berupaya “meningkatkan suara negara-negara Selatan mengenai berbagai masalah dan tantangan pembangunan yang kita hadapi, dengan cara yang mendukung pembangunan, hak dan kepentingan negara-negara berkembang.”
Menteri Luar Negeri Saudi Faisal bin Farhan menyatakan negaranya berharap dapat mengadakan pertemuan bersama dengan negara-negara BRICS untuk membahas cara-cara kerja sama.
“Kerajaan Saudi menjaga hubungan strategis dengan negara-negara BRICS, dan kami di Kerajaan berharap dapat mengadakan pertemuan umum dengan negara-negara BRICS untuk membahas cara kerja sama di berbagai bidang,” tuturnya.
Blok Brics menganggap dirinya sebagai alternatif terhadap dominasi ekonomi Barat yang diwakili oleh negara-negara besar G7, yang dipimpin oleh Amerika Serikat. (mm/aljazeera/raialyoum)
Baca juga: