TelAviv, LiputanIslam.com – Wakil kepala Otoritas Keamanan Nasional Israel, Eitan Ben-David, mengatakan kepada Saluran 13 TV Israel bahwa pemimpin Hizbullah, Sayid Hassan Nasrallah, adalah “musuh berat Israel, tidak boleh meremehka kemampuannya, dengarkan ancamannya, dan tangani dengan serius.”, seperti dikutip Rai Al-Youm, Jumat (19/8).
Bersamaan dengan ini, pakar Israel Tzivi Yehezkali kepada saluran yang sama mengatakan, “Kita harus memperhatikan apa yang dikatakan Nasrallah, karena kepercayaan dirinya meningkat, dan ancamannya harus diperhitungkan, terutama setelah dia menunjukkan pengetahuannya tentang masyarakat Israel.”
Pernyataan demikian terlontar beberapa hari setelah Sayid Nasrallah berpidato dan banyak bicara tentang Israel pada peringatan 17 tahun kemenangan Hizbullah dalam perang Juli 2006 melawan Israel, dan kemudian perhatian besar media di Israel.
Dalam pidatonya, ditujukan kepada para pemimpin Israel, dia mengatakan, “Jika kalian memilih perang melawan Lebanon, maka kalian juga akan kembali ke zaman batu.”
Dia mengatakan demikian sebagai tanggapan atas sesumbar dan ancaman Menteri Keamanan Israel, Yoav Gallant, bahwa Israel akan mengembalikan Lebanon ke zaman batu.
Menyusul pidato itu, Brigjen Pasukan Cadangan Israel Amir Avivi dalam sebuah wawancara dengan Saluran 13 Israel mengatakan bahwa Sayid Nasrallah merasa percaya diri lantaran rudal-rudal presisi yang dimiliknya serta menjadi keseimbangan ketakutan dan ancaman strategis yang harus dihadapi Israel.
Amir Bar Shalom, komentator urusan keamanan dan politik di Saluran 12 mengatakan bahwa Sayid Nasrallah memiliki “pengetahuan yang sangat mengesankan tentang detail Israel,” dan masalah ini adalah “bagian dari perang psikologisnya terhadap Israel.” (mm/raialyoum)
Baca juga: