Teheran, LiputanIslam.com – Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei menyatakan bahwa musuh-musuh Iran berusaha menodai citra pasukan elit negara ini, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan pasukan sukarelawan Basij.
“Salah satu bagian utama dari aktivitas musuh adalah menodai citra IRGC dan Basij. Mengapa demikian? Karena IRGC mengagumkan, Basij mengesankan, yang membuat mereka (musuh) khawatir dan cemas,” kata Ayatullah Khameneni dalam pertemuan dengan Dewan Tinggi Komandan IRGC di Teheran, Kamis (17/8).
Sembari memuji IRGC sebagai “organisasi anti-terorisme terbesar di dunia”, dia memastikan musuh tidak memiliki jalan untuk menodai reputasi IRGC kecuali melalui “berita palsu, desas-desus, dan segala macam trik dan siasat.”
Ayatullah Khamenei juga menjelaskan bagaimana IRGC berdiri terpisah dari kekuatan lain yang muncul pada tahap awal revolusi besar seperti Revolusi Prancis dan Revolusi Bolshevik di Rusia.
Menurutnya, kekuatan-kekuatan di luar itu sering menunjukkan kecenderungan destruktif, ketidaktertiban, dan kurangnya disiplin, sedangkan IRGC dibentuk “di bawah otoritas pusat” Revolusi Islam sejak awal.
Menyinggung pertemuan puncak pejabat senior dari AS, Inggris, Prancis, dan Jerman di pulau Guadeloupe, Prancis, tepat sebelum kemenangan Revolusi Islam 1979, dia menambahkan bahwa pada saat itu mereka telah menyimpulkan bahwa mereka “mustahil” dapat menyelamatkan rezim Pahlevi yang didukung AS.
Namun demikian, lanjutnya, mereka mengadopsi strategi “krisis beruntun,” dengan harapan dapat mendestabilisasi pemerintahan baru di Iran.
Dia juga menceritakan rangkaian krisis, kerusuhan, ancaman keamanan, dan aksi terorisme ekstensif yang menandai periode awal revolusi Islam, namun IRGC secara efektif telah menggagalkan semua sepak terjang musuh itu serta melindungi bangsa Iran dari dampaknya.(mm/presstv)
Baca juga: