Teheran, LiputanIslam.com – Seorang pejabat tinggi kehakiman Iran mengkonfirmasi pada hari Senin (14/8) bahwa aparat negara ini telah menangkap delapan tersangka dalam peristiwa serangan teror yang terjadi pada hari Ahad lalu di sebuah komplek makam suci Shahceragh di kota Shiraz, dan bahwa semua tersangka itu adalah warga negara asing.
Ketua Kehakiman provinsi Fars Kazem Mousavi mengatakan kepada kantor berita Mizan, yang berafiliasi dengan Kehakiman Iran, bahwa pelaku utama diidentifikasi sebagai warga negara Tajikistan bernama Rahmatullah Norozov. Kewarganegaraan para tersangka lainnya masih belum diungkap.
Dia menambahkan bahwa polisi Iran telah menemukan rumah persembunyian para teroris.
Sementara itu, seorang sumber informasi mengatakan bahwa pelaku utama insiden tragis tersebut telah mendapatkan pelatihan di Afghanistan.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Ahmad Vahidi mengatakan kepada TV pemerintah bahwa teroris itu bekerja sama dengan “jaringan yang beroperasi” di luar Iran.
Dia mengecam organisasi-organisasi internasional dan apa yang disebut pembela HAM karena bungkam tak mengutuk aksi teror mematikan tersebut.
Vahedi menyatakan bahwa musuh Iran secara keliru berpikir bahwa mereka dapat mengacaukan keamanan dan stabilitas negara dengan aksi “pengecut” mereka.
Vahidi bersumpah akan memberikan hukuman berat terhadap mereka yang bekerja sama, mendukung, dan terlibat dalam serangan tersebut.
Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengutuk keras serangan teror tersebut ,
“Tindakan yang menargetkan situs keagamaan, (dan) tempat ibadah sangat menjijikkan,” katanya.
Sekjen PBB menekankan bahwa para pelaku tindak pidana terhadap warga sipil, yang menggunakan hak mereka untuk menjalankan agama mereka secara bebas, harus diadili.
Sedikitnya dua orang dilaporkan tewas dan 10 lainnya luka-luka akibat serangan teror pada Ahad malam tersebut.
Pelaku utama serangan ini segera ditangkap dan diserahkan kepada penyidik untuk diinterogasi dan penyelidikan lebih lanjut.
Presiden Iran Seyed Ebrahim Rayeesi telah memerintahkan penyelidikan dan berjanji untuk membawa para pelaku ke pengadilan.
Komplek bangunan makam Shahceragh sebelumnya juga pernah menjadi sasaran serangan serupa pada akhir Oktober 2022, yang menewaskan 15 peziarah, termasuk wanita dan anak-anak, serta melukai puluhan lainnya sebelum pelaku ditembak dan dilukai oleh pasukan keamanan, dan tewas di rumah sakit akibat luka-lukanya.
Dua rekan pelaku dieksekusi pada bulan lalu, setelah divonis hukuman mati.
Iran telah menjadi sasaran serangan teror yang menewaskan ribuan warganya dalam beberapa dekade terakhir. Para pejabat Iran menekankan bahwa negara ini adalah korban terorisme. Mereka mengatakan bahwa Teheran telah kehilangan lebih banyak orang daripada negara lain dalam perang melawan terorisme, dan mereka juga mengkritik negara-negara Barat atas sikap standar ganda mereka dalam masalah terorisme. (mm/fna)
Baca juga: