Riyadh, LiputanIslam.com – Arab Saudi dan Iran telah membuat kemajuan dalam perbaikan hubungan antara kedua, kata menteri luar negeri Iran setelah bertemu dengan Pangeran Faisal bin Farhan Al-Saud, sejawatnya di Riyadh, ibu kota Arab Saudi,.
“Hubungan antara Teheran dan Saudi berada di jalur yang benar, dan kami menyaksikan kemajuan,” kata Hossein Amir-Abdollahian dalam konferensi pers bersama dengan Faisal, Kamis (17/8).
Kunjungan Menlu Iran ke Saudi dilakukan beberapa bulan setelah Faisal bertemu dengan para pejabat Iran di Teheran pada Juni lalu pada kunjungan pertamanya ke Iran setelah terjalin kesepakatan antara kedua negara yang ditengahi China pada Maret lalu untuk pemulihan hubungan.
Di bawah kesepakatan itu, Teheran dan Riyadh bermufakat untuk mengakhiri keretakan diplomatik dan membangun kembali hubungan setelah permusuhan yang berlangsung selama bertahun-tahun dan membahayakan stabilitas regional di Teluk Persia serta di Yaman, Suriah, dan Lebanon.
Arab Saudi memutuskan hubungan dengan Iran pada tahun 2016 setelah pengunjuk rasa menyerang kedutaannya di Teheran menyusul eksekusi Riyadh terhadap ulama terkemuka Syiah Syeikh Nimr al-Nimr.
“Kami melakukan diskusi yang baik mengenai berbagai masalah selama pertemuan kami hari ini,” kata Amir-Abdollahian.
Dia menyebut pertemuan pada hari Kamis di Aula Solidaritas Islam Kementerian Luar Negeri Saudi itu “akan menjadi awal dari pertemuan para kepala kedua negara”.
“Iran dan Arab Saudi adalah dua negara penting di kawasan Asia Barat (Timur Tengah) dan dunia Islam. Kedua belah pihak bertekad untuk memperluas hubungan kita di segala bidang. Mujur, hubungan kedua negara saat ini berada di arah yang benar dan kemajuan sedang dibuat,” ujar Abdollahian.
Dia juga mengatakan, “Kami percaya bahwa gagasan untuk mencapai keamanan dan pembangunan di kawasan adalah gagasan yang tidak dapat dipecah-pecah. Kami yakin masalah keamanan dan pembangunan kawasan saling terkait dan menjadi milik semua aktor di kawasan.”
Di pihak lain, Faisal mengatakan negaranya berharap dapat melihat Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi mengunjungi Saudi menyusul undangan dari Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, yang telah dia komunikasikan dalam kunjungan bulan Juni lalu. Saydi Raisi mengatakan dia akan pergi ke Saudi pada “waktu yang tepat”.
Menlu Faisal mengatakanSaudi ingin menindaklanjuti semua poin utama dari kesepakatan yang ditengahi China, baik ekonomi maupun politik.
Pada Juni lalu, Iran secara resmi membuka kembali kedutaan besarnya di Arab Saudi dan media pemerintah Iran melaporkan awal bulan ini bahwa kedutaan besar Saudi di Teheran telah kembali beroperasi.
Duta besarnya yang baru, Alireza Enayati, melakukan perjalanan bersama Amir-Abdollahian ke Riyadh pada hari Kamis.
“Kami menantikan fase baru dalam hubungan kami berdasarkan persaudaraan Islam kami dan bekerja untuk kepentingan bersama,” kata Faisal, seraya menambahkan bahwa dia menyambut baik dukungan Iran atas tawaran Riyadh untuk menjadi tuan rumah Expo 2030.
Faisal juga memastikan Kedutaan Desar Saudi di Teheran telah kembali beroperasi, dan ini dia sebut sebagai “langkah lain dalam pengembangan hubungan antara kedua negara”. (mm/aljazeera/presstv)
Baca juga:
Presiden Raisi: AS dan Eropa Dalang Gelombang Kerusuhan di Iran
Iran Cokok Delapan Tersangka Serangan Teror di Makam Suci Shiraz