Tokyo, LiputanIslam.com – Menteri Luar Negeri Hossein Amir-Abdollahian dalam konferensi pers di Tokyo, ibu kota Jepang, Senin (7/8), menyalahkan Aliansi Pertahanan Atlantik Utara (NATO) terkait dengan perang antara Rusia dan Ukraina.
“Kami menganggap NATO dan provokasinya sebagai akar penyebab perang dan krisis. Kami melanjutkan upaya kami untuk menghentikan perang dan membuat semua pihak fokus pada solusi politik,” katanya.
Amir-Abdollahian juga menegaskan bahwa Republik Islam selalu mempertahankan pendirian prinsipalnya yang menolak perang sebagai solusi.
“Sejak awal perang, kami telah mengagendakan diakhirinya perang serta kembalinya semua pihak kepada dialog dan solusi politik, dan mengambil tindakan aktif dalam rangka ini,” tambahnya.
Pada Februari 2022, Rusia memulai apa yang disebutnya operasi militer khusus di Ukraina sebagai upaya mencegah ekspansi NATO ke arah timur setelah memperingatkan bahwa aliansi militer tersebut menempuh “garis agresif” terhadap Moskow.
Negara-negara Barat telah menyulut perang dengan pengiriman senjata mereka ke Ukraina. Di saat yang sama, mereka menuduh Iran memberi Rusia peralatan militer, termasuk drone, untuk digunakan di Ukraina. Tuduhan ini dibantah keras oleh Teheran.
Dalam konteks ini, Menlu Iran menyebut klaim tersebut “benar-benar salah dan tidak benar”.
Dia beralasan bahwa kerja sama pertahanan Teheran dengan Moskow tidak pernah melibatkan penggunaan drone atau senjata Iran dalam perang Ukraina karena Rusia sendiri adalah salah satu produsen dan pengekspor senjata terbesar di dunia.
“Kami tidak menyediakan drone untuk digunakan di Ukraina kepada pihak mana pun (dalam perang),” tegasnya.
Dia mengaku bahwa tahun lalu telah meminta Ukraina menyerahkan bukti-bukti untuk klaim itu kepada pejabat militer Iran.
Dia menambahkan bahwa pihak Ukraina menghindari pertemuan dengan delegasi militer Iran di Warsawa, Polandia, dan tidak memberikan dokumen yang dapat diterima dalam pertemuan selanjutnya di Oman.
“Disepakati bahwa pihak Ukraina sekali lagi akan meninjau dokumennya untuk diperiksa dalam pertemuan lain dengan pihak Iran. Kami berulang kali meminta pertemuan seperti itu, tetapi pihak Ukraina tidak menghadiri putaran pembicaraan baru,” terangnya.
Amir-Abdollahian juga mengatakan, “Dalam panggilan telepon dengan Menteri Luar Negeri Ukraina, saya mengatakan saya yakin Anda tidak memiliki dokumen yang dituduhkan dan bahwa tuduhan terkait penggunaan pesawat nirawak Iran dalam perang Ukraina sepenuhnya keliru dan tidak benar.”
Sembari memastikan Iran enggan mempersenjatai pihak mana pun dalam perang Ukraina, dia juga menegaskan bahwa aliran senjata AS dan sejumlah negara Barat ke Ukraina akan memicu ketidak amanan dan instabilitas di sana serta menyebabkan kematian dan kehancuran lebih lanjut. (mm/presstv)
Baca juga: