Jenin, LiputanIslam.com – Pasukan Zionis Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat pada hari Ahad (6/8) menembak mati tiga orang Palestina dengan dalih bahwa para korban itu sedang melakukan perjalanan untuk melancarkan serangan.
Menurut keterangan militer Israel, tembakan dilepaskan terhadap sebuah kendaraan hingga menewaskan tiga penumpangnya.
“Beberapa waktu lalu, sebuah kendaraan yang membawa satu regu teroris dari kamp pengungsi Jenin teridentifikasi saat dalam perjalanan untuk melakukan serangan,” ungkap militer Israel.
Korban antara lain Naif Abu Tsuik, 26, yang oleh tentara Israel disebut sebagai gembong operasi militer militan Palestina dari kamp pengungsi Jenin.
Tentara Zionis mengatakan bahwa Abu Tsuik “terlibat dalam aksi militer terhadap pasukan keamanan Israel dan memajukan aktivitas militer yang diarahkan oleh teroris di Jalur Gaza”, kawasan berpantai yang dikendalikan oleh kelompok pejuang Hamas.
Menurut jaringan berita Quds, kendaraan itu terkena lebih dari 100 peluru.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memuji pasukan keamanan dan mengatakan Israel “akan terus menindak mereka yang mencari nyawa kami di mana saja dan kapan saja”.
Juru bicara Hamas, Hazem Qasem, memastikan akan ada pembalasan atas darah para syuhada Palestina tersebut.
“Musuh, yang membunuh tiga orang Palestina kami, tidak akan lolos dari membayar harga kejahatannya,” tegas Hazem dalam sebuah pernyataan.
Kementerian Kesehatan Palestina mengkonfirmasi serangan di selatan Jenin tersebut.
Ketua partai Prakarsa Nasional Palestina, Mustafa Barghouti, mengatakan bahwa pembunuhan tiga warga Palestina merupakan “pembunuhan di luar hukum.”
“Apa yang Israel lakukan hari ini adalah tindakan pembunuhan di luar hukum terhadap pemuda Palestina. Ini adalah eksekusi orang yang melanggar hukum tanpa proses peradilan apa pun,” ungkapnya.
Lebih dari 200 warga Palestina telah terbunuh tahun ini di wilayah pendudukan Palestina. PBB bahkan telah memperingatkan bahwa tahun 2023 akan menjadi tahun paling mematikan bagi warga Palestina sejak mulai mencatat angka kematian. (mm/aljazeera)
Baca juga: