AlQuds, LiputanIslam.com – Pemerintah sayap kanan Israel telah mencetak rekor dalam memberi persetujuan untuk pembangunan permukiman ilegal di wilayah pendudukan Tepi Barat dalam enam bulan pertama kekuasaannya, menurut gerakan sayap kiri Israel Peace Now.
Peace Now menyatakan bahwa pembangunan 12.855 unit rumah pemukim telah disetujui di Tepi Barat sejak Januari, jumlah terbesar yang tercatat sejak organisasi itu mulai melacak proses tersebut pada tahun 2012.
“Dalam enam bulan terakhir, satu-satunya sektor yang dipromosikan Israel dengan penuh semangat adalah perusahaan pemukiman,” kata Peace Now dalam sebuah pernyataan, Kamis (13/7).
Dewan Perencanaan Tinggi Israel (HPC) bertemu tiga kali tahun ini untuk mempromosikan rencana pembangunan, tambahnya.
Perluasan pemukiman telah menjadi prioritas utama bagi pemerintahan baru.
Bulan lalu, mereka menyetujui rencana untuk ribuan unit rumah baru di Tepi Barat dan memberi Menteri Keuangan sayap kanan Bezalel Smotrich kekuasaan untuk mempercepat pembangunan pemukiman, melampaui langkah-langkah yang telah dilakukan selama 27 tahun.
Mengikuti trend baru Smotrich, komite perencanaan Kementerian Pertahanan yang mengawasi pembangunan pemukiman menyetujui lebih dari 5.000 rumah pemukiman baru pada akhir Juni.
HPC juga menyetujui promosi pemukiman pada bulan Februari dan Mei tahun ini, ungkap Peace Now.
Dalam beberapa minggu terakhir, ada kritik yang meningkat terhadap kebijakan pemukiman Israel dari AS, namun sangat kecil kemungkinan hal itu akan mengubah kebijakan AS terhadap Israel.
Lebih dari 700.000 orang Israel tinggal di permukiman ilegal di Tepi Barat dan Al-Quds (Yerusalem) Timur, yang direbut Israel pada tahun 1967.
Lebih dari tiga juta warga Palestina tinggal di wilayah yang sama, dan tunduk pada kekuasaan militer Israel yang disamakan oleh berbagai kelompok HAM dengan apartheid. (mm/aljazeera)
Baca juga: