Teheran, LiputanIslam.com – Angkatan Laut (AL) Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Senin (10/7), mengumumkan pihaknya telah menggagalkan upaya AL Amerika Serikat (AS) menghalangi operasi penyitaan kapal asing penyelundup bahan bakar Iran di Teluk Persia pekan lalu.
Laksamana Muda Ramazan Zir-Rahi menyebutkan bahwa kapal yang mendapat dukungan militer dari AS itu ditangkap oleh pasukan angkatan laut IRGC pada hari Kamis (6/7).
Dia menjelaskan bahwa AL AS semula mencoba untuk campur tangan ketika pasukan AL IRGC bergerak untuk mencegat kapal tanker minyak yang terlibat dalam penyelundupan satu juta liter minyak dan gas Iran.
“Pada tanggal 6 Juli, pasukan zona kedua AL IRGC sedang memeriksa sebuah kapal dengan nama komersial NADA 2 yang terlibat dalam penyelundupan minyak dan gas Republik Islam (Iran) yang terorganisir di Teluk Persia, ketika AS memulai serangkaian tindakan tidak profesional dan berisiko untuk mencegah tindakan hukum ini, ”ungkap Zir-Rahi.
Zir-Rahi menjelaskan bahwa dalam inspeksinya, AL IRGC menemukan bahwa kapten kapal penyusup sedang berkomunikasi dengan pusat komando dan kontrol AS di wilayah tersebut, dan mencari bantuan untuk melarikan diri.
Menurutnya, telah terjadi percakapan yang direkam antara kapten kapal itu dan petugas di pusat kontrol dan komando AS, dan terdengar jelas dari rekaman itu bahwa kapten kapal tersebut kemudian diminta oleh perwira AS untuk mematikan mesin dan menunggu bantuan dari pasukan militer AS.
Angkatan Laut AS kemudian datang ke lokasi dengan mengerahkan jet tempur, pesawat pengintai, helikopter, dan kapal patroli untuk mencegah operasi Iran.
“Amerika mengirimkan dua pesawat tempur permukaan A-10, pesawat pengintai berawak P-8A, dua helikopter Hawk C, pesawat nirawak MQ-9 dan mengirim kapal patroli AS ke lokasi tersebut,” papar Zir-Rahi.
Perwira IRGC ini memastikan bahwa AS berusaha mati-matian mencegah penyitaan kapal penyusup.
“Dengan kewaspadaan, ketepatan, perilaku profesional, dan kekuatan AL IRGC, tindakan ilegal dan tidak profesional AS di Teluk Persia telah dihadapi dan berakitbat kegagalan dan keterhinaa mereka,” tandas Zir-Zahi.
Laporan media Iran Kamis pekan lalu menyebutkan bahwa AL IRGC telah menyita sebuah kapal dengan 900 ton bahan bakar selundupan dan menangkap semua 12 awak kapal.
Tidak ada rincian lebih lanjut tentang identitas kapal dan kewarganegaraan anggota awaknya yang dirilis pada saat itu.
AL IRGC menyita lebih dari 50 juta liter bahan bakar selundupan, terutama diesel, dalam berbagai misi tahun lalu.
Dalam beberapa tahun terakhir AL IRC telah menggagalkan sejumlah serangan terhadap kapal tanker Iran dan asing di wilayah Teluk Persia dan berbagai kawasan laut lepas lain. (mm/pt/alalam)
Baca juga: