Jenin, LiputanIslam.com – Lembaga Bulan Sabit Merah Palestina mengumumkan bahwa krunya mengangkut seorang Palestina yang gugur pada Selasa malam (4/7) dalam operasi militer Israel di kota Jenin dan kamp Jenin, serta mencatat “jumlah syuhada agresi ini bertambah menjadi 13.”
Disebutkan bahwa beberapa korban luka dipindahkan, salah satunya berkondisi serius, akibat pemboman yang dilakukan oleh pesawat tempur Israel di lingkungan timur Jenin.
Juru bicara militer Israel mengatakan bahwa tentara menyerang sel bersenjata yang menjadi ancaman bagi pasukan keamanan Israel saat meninggalkan kamp pengungsi Jenin.
Dia menambahkan bahwa sebuah pesawat militer menyerang kelompok bersenjata yang ditempatkan di pemakaman di pinggiran Jenin.
عبوة ناسفة ثقيلة تحتضن جيب عسكري اسرائيلي في جنين قبل قليل.
وتأخده للجحيم pic.twitter.com/51d6OAHLq4
— Hanzala (@Hanzpal2) July 4, 2023
Sumber pertahanan dan saksi dari Reuters mengatakan bahwa pasukan Israel mulai menarik diri dari kota Palestina Jenin pada Selasa malam, setelah mereka melakukan salah satu operasi militer terbesar di Tepi Barat dalam beberapa tahun terakhir.
Sumber-sumber lokal mengatakan bahwa para pejuang Palestina dalam aksi perlawanan telah menyerang kendaraan lapis baja Israel saat meninggalkan kamp.
Dua saksi dari Reuters mengatakan mereka melihat konvoi kendaraan tentara Israel meninggalkan Jenin, yang tampaknya merupakan indikasi berakhirnya operasi Israel, yang dimulai pada dini hari Senin pagi.
Ledakan masih terdengar di Jenin, di Tepi Barat utara, di tengah laporan baku tembak di atau dekat rumah sakit kota. Reuters belum dapat memverifikasi detail insiden itu.
احتفالات بين المستوطنين قرب جنين بعد خروج اول عربات الجيش من جنين.
لانهم احياء على غير العادة pic.twitter.com/Vn9hJtAnbV
— Hanzala (@Hanzpal2) July 4, 2023
Operasi militer dinyatakan bertujuan menghancurkan infrastruktur dan senjata kelompok bersenjata di kamp tersebut, dan dimulai dengan serangan drone pada dini hari Senin dan pengerahan lebih dari seribu pasukan Israel.
Para pejabat Palestina mengatakan sedikitnya 13 orang Palestina gugur.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di pos pemeriksaan dekat Jenin bersumbar, “Saat ini kami sedang menyelesaikan misi, dan saya dapat mengatakan bahwa aktivitas intens kami di Jenin tidak akan (hanya) menjadi proses dan selesai.”
Kamp pengungsi Jenin cukup padat penduduk, di mana sekitar 14.000 orang tinggal dalam kurang dari setengah kilometer persegi, dan merupakan salah satu pusat gelombang kekerasan yang melanda Tepi Barat selama lebih dari setahun, hingga menimbulkan kekhawatiran internasional. (mm/raialyoum)
Baca juga: