Teheran, LiputanIslam.com – Serangan udara dan serangan darat Israel di kamp pengungsi Jenin di Tepi Barat pada hari Senin (3/7) membangkitkan gelombang kutukan dari Iran, Mesir, Yordania dan Liga Arab dan keprihatinan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), terlebih karena serangan itu menjatuhkan banyak jumlah korban gugur dan luka.
Berikut adalah beberapa reaksi internasional:
Iran: Terorisme negara
Juru bicara Kementerian Luar Negeri iran Nasser Kanaani dalam konferensi pers di Teheran, Senin, mengatakan, “Insiden tragis …, yang terdiri dari serangan udara, darat, dan rudal besar-besaran oleh tentara rezim Zionis di kota Jenin, adalah tindakan kriminal dan contoh nyata terorisme negara.”
Dia menambahkan, “Kejahatan dilembagakan dalam sifat rezim Zionis. Kejahatan terbaru di Jenin sekali lagi menunjukkan bahwa perdamaian dan kompromi tidak dapat menghalangi mesin perang rezim dan bahwa rezim ini tidak dapat dipercaya atau mencari perdamaian.”
Kanaani juga menekankan bahwa bangsa Palestina tidak melakukan kejahatan apa pun kecuali membela hak-haknya di hadapan rezim pendudukan. Dia memprediksi bahwa Palestina akan sekali lagi mengalahkan pasukan Zionis.
Kanaan meminta organisasi internasional untuk campur tangan guna menegakkan hak-hak rakyat Palestina.
“Pertahanan hak dan perlawanan bangsa Palestina terhadap agresi Zionis tidak akan mengurangi tanggung jawab badan-badan internasional, termasuk PBB dan Dewan Keamanan, dalam hal ini,” tandas Kanaani.
Dia juga mengingatkan, “Masyarakat internasional memikul tanggung jawab atas hak-hak bangsa Palestina. Yakni, Organisasi Kerjasama Islam (OKI) diharapkan bertindak serius dan efektif dalam hal ini.”
Mesir: Pengerahan pasukan secara berlebihan dan membabi buta
Kementerian Luar Negeri Mesir mengutuk keras serangan Israel di kota Jenin dan menyerukan intervensi badan internasional untuk mengakhiri pelanggaran tersebut.
Dalam sebuah pernyataan, kementerian itu menegaskan, “Penolakan penuh Mesir terhadap serangan dan serbuan Israel berulang kali terhadap kota-kota Palestina, yang mengakibatkan korban sipil yang tidak bersalah karena penggunaan kekuatan yang berlebihan dan sembarangan, dan pelanggaran mencolok terhadap ketentuan hukum internasional dan legitimasi internasional. , khususnya Hukum Humaniter Internasional yang memberlakukan komitmen yang jelas dan ringkas.”
Yordania: ‘Pelanggaran hukum humaniter internasional’
Juru bicara kementerian luar negeri Yordania Sinan al-Majali dalam sebuah pernyataannya mengutuk keras serangan Israel, dan mengatakan eskalasi tersebut “merupakan pelanggaran hukum kemanusiaan internasional dan kewajiban pendudukan (Israel)”.
Al-Majali menyerukan tindakan segera dan efektif oleh masyarakat internasional untuk menghentikan serangan Israel dan memberikan perlindungan bagi warga Palestina di semua wilayah pendudukan.
Liga Arab: ‘Operasi militer brutal’
Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit di Twitter mengutuk “operasi militer brutal” di Jenin.
Dia menyatakan, “Pengeboman kota dan kamp dengan pesawat serta penghancuran rumah dan jalan adalah hukuman dan balas dendam kolektif” yang akan mengarah pada eskalasi lebih lanjut.
Dia juga mengimbau “pendukung perdamaian” di seluruh dunia untuk campur tangan dan menghentikan “operasi kriminal”.
Israel: Tidak ada rencana untuk memperluas operasi ke seluruh Tepi Barat
Menteri Luar Negeri Eli Cohen pada hari Senin mengisyaratkan Israel tidak berniat memperluas operasinya di Jenin ke seluruh Tepi Barat.
“Tujuan kami adalah fokus pada Jenin, dan tujuan kami hanya fokus pada teroris dan sel mereka,” kata Cohen kepada wartawan di Al-Quds (Yerusalem). (mm/presstv/aljazeera)
Baca juga: