Quds, LiputanIslam.com – Pemerintah sayap kanan Israel telah menyetujui rencana pembangun ribuan rumah baru di pemukiman ilegal Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat. Hal ini dikecam dan disebut oleh seorang pejabat Palestina sebagai bagian dari “perang terbuka terhadap rakyat Palestina”.
Persetujuan tersebut ditetapkan pada hari Senin (26/6) di tengah meningkatnya kekerasan di wilayah pendudukan dan meningkatnya kritik Amerika Serikat (AS) terhadap kebijakan pemukiman Israel.
Komite perencanaan Kementerian Pertahanan yang mengawasi pembangunan permukiman menyetujui pendirian lebih dari 5.000 rumah baru. Unit-unit tersebut sedang menjalani berbagai tahap perencanaan, dan belum jelas kapan konstruksi akan dimulai. Tidak ada komentar segera dari kementerian itu.
Pihak Palestina dan komunitas internasional menganggap pembangunan pemukiman Zionis sebagai tindakan ilegal dan menghambat perdamaian. Lebih dari 700.000 orang Israel tinggal di Tepi Barat dan Al-Quds (Yerusalem) Timur, wilayah yang direbut oleh Israel pada tahun 1967 dan masih diperjuangkan oleh pihak Palestina untuk dijadikan sebagai ibu kota negara masa depan.
“Pemerintah Netanyahu bergerak maju dengan agresi dan perang terbuka terhadap bangsa Palestina. Kami menegaskan bahwa semua kolonialisme pemukim di semua wilayah pendudukan Palestina adalah ilegal dan tidak sah,” kata Wasel Abu Yousef, seorang pejabat Palestina di Tepi Barat.
Pemerintah Israel, yang mulai menjabat pada akhir Desember tahun, didominasi oleh politisi agama dan ultranasionalis yang memiliki hubungan dekat dengan gerakan permukiman. Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, seorang pemimpin pemukim yang berapi-api, telah diberikan otoritas tingkat Kabinet atas kebijakan permukiman dan berjanji untuk menggandakan populasi pemukim di Tepi Barat.
Pemerintah Netanyahu telah menjadikan perluasan pemukiman sebagai prioritas utama sejak dia terpilih kembali pada bulan November. (mm/aljazeera)
Baca juga:
Iran Kecam Pengecualian Israel dari Daftar Hitam PBB terkait Aksi Pembunuhan Anak Kecil
Warga Yahudi Zionis Kembali Datangi Masjid Al-Aqsa