Ramallah, LiputanIslam.com – Tiga orang Palestina gugur diserang pesawat nirawak (UAV/drone) Israel di bagian utara wilayah pendudukan Tepi Barat, Rabu (21/6). Serangan udara ini terjadi di kamp pengungsi Jenin dan membakar mobil, dan merupakan puncak dari operasi gabungan militer-intelijen.
Dalam sebuah pernyataan, militer Israel mengaku “mengidentifikasi sel teroris di dalam kendaraan yang mencurigakan setelah sel tersebut melakukan penembakan di dekat kota Jalamah”. Jalamah yang terletak di ujung utara Tepi Barat berjarak beberapa kilometer dari Jenin di mana serangan Israel menewaskan tujuh orang Palestina pada hari Senin lalu.
Militer Israel mengklaim bahwa sasaran serangannya itu bertanggung jawab atas sejumlah serangan penembakan di permukiman Yahudi. Hingga berita ini disusun, belum diketahui identitas penumpang di dalam mobil tersebut.
“Menyusul identifikasi sel teroris, UAV (militer Israel) menembak ke arah sel dan menggagalkannya,” katanya.
Serangan drone itu tergolong langka di Tepi Barat dan menandai peningkatan dalam operasi militer intensif Israel terhadap orang Palestina di kawasan tersebut.
Juru bicara militer Israel BrigjenDaniel Hagari mengatakan, “Identitas teroris sedang diperiksa oleh investigasi Shin Bet, ternyata ada identitas Hamas dan Jihad Islam di sana.”
Dia menambahkan bahwa “penggagalan semacam ini” dengan melibatkan drone pernah dilancarkan pada tahun 2006.
Di pihak lain, Juru bicara Hamas Hazem Qassem menegaskan “kejahatan pembunuhan” itu tidak akan dibiarkan begitu saja.
“Penggunaan pesawat oleh tentara Zionis untuk membunuh rakyat kami adalah eskalasi yang parah,” kata Qassem.
Brigade Jenin, yang mencakup para pejuang dari berbagai faksi Palestina, dalam sebuah pernyataan menyebutkan bahwa dua orang yang gugur adalah anggota Jihad Islam Palestina dan Fatah. (mm/aljazeera)
Baca juga:
Empat Pemukim Zionis Tewas Diserang Pejuang Palestina di Tepi Barat
Dijumpai Ismail Haniyeh, Raisi Puji Menguatnya Gerakan Resistensi Palestina