Caracas, LiputanIslam.com – Presiden Venezuela Nicolas Maduro memuji Iran sebagai negara yang telah menjelma menjadi kekuatan besar dan maju. Dia juga mengenang jenderal legendaris Iran Syahid Qasem Soleimani antara lain dengan menyebut jasanya mengungkap “serangan siber brutal” yang diluncurkan oleh Amerika Serikat (AS) terhadap infrastruktur sektor energi Venezuela.
Dalam pembicaraan resmi dengan Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi di Caracas, ibu kota Venezuela, Selasa (13/6), ketika Presiden Raisi memuji pejuang anti-imperialis Simon Bolivar, Maduro berkata, “Saya ingat dan salut kepada Jenderal Soleimani. Ketika AS melancarkan serangan siber brutal terhadap infrastruktur sektor energi kami pada tahun 2018, dia menugaskan tim untuk mengungkap serangan itu dan banyak membantu kami. Banyak yang tidak tahu ini. Saya juga menghormatinya, dan kami akan mendirikan patung untuknya di makam Simon Bolivar.”
Maduro juga menyebutkan, “Dunia multipolar akan menjadi tandingan imperialisme AS dan Eropa. Iran, yang stabilitasnya hendak digoyahkan oleh AS dan Barat dalam beberapa tahun ini, telah menjadi kekuatan besar dan maju.”
Menanggapi undangan yang diberikan oleh Presiden Raisi kepadanya untuk berkunjung ke Iran lagi, Presiden Maduro menyambut baik dengan mengatakan, “Memang benar bahwa 16 jam penerbangan memisahkan kita, tetapi kita adalah saudara dan sekutu, dan saya akan segera berada di rumah saya, Teheran.”
Dalam pertemuan itu, keduanya telah membicarakan upaya peningkatan volume perdagangan antara kedua negara.
Presiden Iran menekankan perlunya peningkatan volume perdagangan antara kedua negara menjadi sekitar US$10 miliar pada tahap pertama.
Presiden Venezuela lantas menjawab , “Ya, volume perdagangan di antara kita harus melebihi US$10 miliar dalam jangka menengah, dan mungkin ketika itu tidak akan ada satu dolar melainkan menjadi 10 juta Brics atau yang lain. Tahap berikutnya adalah 20 miliar setara dolar!”
Iran dan Venezuela telah mengumumkan keputusan untuk meningkatkan volume perdagangan bilateral menjadi US$20 miliar.
Pengumuman itu disampaikan dalam konferensi pers bersama yang dihadiri oleh Raisi Maduro, di Caracas setelah kedua kepala negara ini mengadakan pembicaraan bilateral.
“Kami telah memutuskan untuk meningkatkan kerja sama antara kedua negara. Volume pertukaran perdagangan antara Iran dan Venezuela akan ditingkatkan menjadi US$10 miliar pada langkah pertama, yang dapat dinaikkan menjadi US$20 miliar pada langkah kedua,” kata Raisi.
Konferensi pers itu didahului dengan upacara resmi di mana menteri kedua negara dan pejabat tinggi lainnya menandatangani total 19 perjanjian kerja sama dan nota kesepahaman.
Perjanjian tersebut ditujukan untuk memperluas kerja sama antara Teheran dan Caracas di banyak bidang, termasuk petrokimia, karena kedua belah pihak bergerak untuk memperluas kerja sama secara keseluruhan di sektor minyak.
Presiden Raisi tiba di Caracas pada hari Senin selaku kepala delegasi tingkat tinggi atas undangan resmi dari Presiden Maduro. (mm/alalam/pt)
Baca juga: