Teheran, LiputanIslam.com – Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Brigjen Alireza Tanksiri, mengumumkan bahwa untuk pertama kalinya, kapal-kapal perang Iran dilengkapi dengan rudal peluncur vertikal serta misil berjarak jangku 2.000 kilometer.
Dalam wawancara radio, Senin (12/6), dia mengatakan, “Menjelasakan berbagai prestasi revolusi Islam itu penting, dan jika kita enggan melakukannya maka musuh kita akan menceritakan jalannya peristiwa semau mereka, jadi kita harus menjelaskan fakta-fakta yang ada kepada masyarakat ,khususnya generasi muda.”
Jenderal Tangsiri menjelaskan bahwa jangkauan rudal Iran terjauh sebelum kemenangan Revolusi Islam di Iran hanyalah 40 kilometer,tapi sekarang angka ini justru jangkauan terdekatnya.
“Kita membuat sendiri kapal dan rudal, dan semua orang yang melihat peralatan dan kekuatan militer kita mengatakan bahwa mereka tidak menduga bahwa prestasi ini akan tercapai ,dan mencapai taraf setinggi ini, apalagi semua perkembangan yang telah dicapai Iran ini terjadi di bawah tekanan keras embargo, dan ini menimbulkan kesadaran pada kita bahwa kita mampu,” tuturnya.
Dia menambahkan, “Berkat anugerah Allah Swt, kita termasuk negara pertama di kawasan (Timteng dan sekitarnya) dalam bidang persenjataan militer.”
Jenderal Tangsiri juga menyebut kapal perang Syahid Soleimani sebagai kapal unik yang dirancang dan dibangun oleh para ahli Iran dan para sarjanan lulusan universitas-universitas Iran sendiri.
Dia lantas mengatakan, “Untuk pertama kalinya, peluncur rudal vertikal serta rudal dengan jangkauan 2.000 kilometer telah dipasang di kapal-kapal kita. Musuh tahu apa yang kita lakukan dan karena itu mereka berusaha mencegah kita dari mencapai tujuan kita sehingga mereka berusaha menciptakan problematika bagi kita.”
Dia juga mengatakan, “Sebelum kemenangan Revolusi Islam, Iran tidak berani menanyakan kepada kapal-kapal yang memasuki perairan teritorialnya alasan mereka memasuki perairan kita, tapi sekarang kapal negara-negara Inggris, Amerika Serikat, Prancis, Selandia Baru dan Australia tak diperkenankan memasuki perairan Iran, dan ketika mereka ingin memasuki kawasan (Teluk Persia dan sekitarnya) mereka segera memasuki perairan negara-negara tetangga. Inilah arti dari keberdayaan.” (mm/alalam)
Baca juga: