Teheran, LiputanIslam.com – Komandan Angkatan Darat Iran Brigjen Kiomars Heidari mengatakan ketenangan dan stabilitas telah pulih di daerah perbatasan antara Iran dan Afghanistan setelah sempat terjadi kontak senjata antara pasukan penjaga perbatasan Iran dan militan Taliban.
Kiomars Heidari dan Wakil Komandan Polisi Iran Jenderal Qassem Rezaei pada hari Ahad (29/5) melakukan kunjungan ke provinsi Sistan va Baluchestan di bagian tenggara negara ini, yang berbatasan dengan Pakistan dan Afghanistan.
“Perbatasan dengan Afghanistan sepenuhnya berada di bawah kendali Angkatan Darat Iran dan penjaga perbatasan, dan keamanan telah sepenuhnya ditegakkan di daerah perbatasan,” ungkap Heidari.
Dia menekankan bahwa negara-negara tetangga harus menyadari bahwa perbatasan bersama adalah perbatasan bersemangatkan persahabatan, dan bahwa pihak Iran tidak mengharapkan eskalasi perbatasan, tapi juga tidak akan membiarkan kemalangan terjadi.
Media Iran melaporkan bahwa militan Taliban telah menembaki pasukan penjaga perbatasan Iran pada hari Sabtu. Pasukan Iran lantas menanggapinya hingga menjatuhkan “korban berat dan kerusakan serius” di pihak lawan. Insiden itu terjadi di perbatasan provinsi Sistan dan Baluchestan Iran dan provinsi Nimroz di Afghanistan.
Menurut kantor berita Fars, satu pasukan penjaga perbatasan Iran tewas dan dua warga sipil terluka akibat kontak senjata tersebut.
Wakil kepala polisi Iran mengatakan bahwa penjaga perbatasan Iran menanggapi “dengan tegas” penembakan “tanpa alasan”. Menyusul serangan itu, pihak Iran memberikan peringatan yang diperlukan kepada penyerang Taliban sesuai dengan protokol perbatasan.
Rezaei menambahkan bahwa Kepala Polisi Iran Ahmad Reza Radan memberikan semua “perintah tegas yang diperlukan” kepada penjaga perbatasan untuk “dengan berani dan tegas mempertahankan perbatasan dan tidak mengizinkan siapa pun masuk tanpa izin atau mendekat.”
Ketegangan meningkat antara Iran dan Afghanistan dalam beberapa bulan terakhir ketika Iran menilai Taliban tidak menghormati perjanjian pembagian air tahun 1973. Taliban membatasi aliran air dari Sungai Helmand ke wilayah timur Iran yang gersang.
Teheran belum secara resmi mengakui Taliban sejak kelompok itu menguasai Afghanistan setelah penarikan pasukan Amerika Serikat pada Agustus 2021. Para pejabat Iran telah berulang kali menekankan bahwa pengakuan itu bergantung pada pembentukan pemerintahan “inklusif” di Afghanistan. (mm/fna)
Baca juga: