Teheran, LiputanIslam.com – Kepala staf Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Mohammad Hossein Baqeri mengatakan armada Angkatan Laut ke-86 Iran telah mengakhiri pelayaran bersejarahnya di laut lepas untuk menandai pencapaian luar biasa meskipun ada sanksi Barat terhadap Iran.
Dalam pidato pada upacara menyambut kepulangan secara resmi armada tersebut di kota pelabuhan Bandar Abbas, Iran selatan, Baqeri mengatakan armada itu, yang terdiri dari kapal perusak Dena yang diproduksi di dalam negeri dan kapal pangkalan depan Makran, menjadi kebanggaan bagi bangsa Iran dan merupakan pencapaian penting dalam sejarah misi AL Iran.
“Kecakapan maritim adalah salah satu faktor terpenting kekuatan militer negara kita,” kata Baqeri.
“Kami tidak kekurangan apa pun untuk mencapai cita-cita demikian, dan diberkahi dengan industri (dan keahlian) lokal untuk tujuan itu. Para komandan dan marinir kami yang pemberani melakukan misi AL dengan gagah berani dan tanpa rasa takut,” sambungnya.
Baqeri mengatakan langkah AL Iran yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam menjalankan misi sulit ini mengantarkan era baru bagi Angkatan Bersenjata Iran.
Dia mengatakan, “Armada Angkatan Laut ke-86 memenuhi misi bersejarah. Bahkan negara-negara besar di dunia tidak memiliki keberanian untuk melakukan tugas seperti itu.”
Dia mencatat bahwa AL Iran tersebut, yang bergantung pada kapal perusak Dena dan kapal pangkalan depan Makran, melanjutkan misi di tengah sanksi-sanksi yang memuncak.
“Pasukan kami berlayar melalui rute yang berbahaya. Melalui keyakinan, pengabdian, dan patriotisme, pasukan kami mencapai prestasi demikian,” ungkap Baqeri, yang juga menekankan bahwa martabat hanya dapat dipertahankan melalui jalur kekuatan. (mm/presstv)
Baca juga: