Riyadh, LiputanIslam.com – Kedutaan Besar (Kedubes) Iran di Arab Saudi dibuka kembali pada hari Rabu (12/4) untuk pertama kalinya sejak tujuh tahun silam, kata seorang saksi Reuters.
Pembukaan kembali Kedubes itu dilakukan di bawah kesepakatan pemulihan hubungan yang akan meredakan persaingan jangka panjang yang telah memicu konflik di Timur Tengah.
Seorang reporter Reuters mengatakan gerbang berat kompleks kedutaan Iran di Riyadh terbuka saat tim sedang menggeledah tempat itu, dan sebuah mobil van putih terlihat tiba di gerbang.
Misi diplomatik dibuka beberapa jam setelah Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan bahwa delegasi teknis telah tiba di Saudi.
“Delegasi Iran akan mengambil tindakan yang diperlukan di Riyadh dan Jeddah untuk melanjutkan kegiatan kedutaan dan konsulat jenderal,” ungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani dalam sebuah pernyataan.
Menteri luar negeri kedua negara bertatap muka di Beijing bulan ini dalam pertemuan resmi pertama antara pejabat tinggi diplomatik kedua negara dalam beberapa tahun terakhir.
Kementerian Luar Negeri Saudi Sabtu lalu mengatakan bahwa para pejabat Saudi juga telah tiba di Iran untuk membahas prosedur pembukaan kembali kedutaan Saudi di Teheran dan konsulat di Masyhad.
Langkah selanjutnya yang diharapkan dalam proses pemulihan hubungan antara kedua negara adalah kunjungan Presiden Iran Ibrahim Raisi ke Riyadh setelah menerima undangan dari Raja Saudi Salman bin Abdulaziz, seperti yang dikonfirmasi oleh pejabat Iran, sementara Saudi belum mengkonfirmasinya.
Ini akan menjadi kunjungan pertama presiden Iran ke Riyadh sejak kunjungan Mohammad Khatami pada tahun 1999.
Langkah diplomasi yang dipercepat ini adalah bagian dari proses normalisasi hubungan antara Riyadh dan Teheran, menyusul pengumuman kesepakatan yang tiba-tiba untuk pemulihan hubungan antara kedua negara dengan mediasi China bulan lalu.
Pada 10 Maret, Teheran dan Riyadh mengumumkan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan setelah tujuh tahun kerenggangan yang terjadi menyusul eksekusi ulama Saudi Nimr al-Nimr oleh otoritas Saudi. (mm/raialyoum)
Baca juga: