Teheran, LiputanIslam.com – Kemlu Iran menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) harus menyadari realitas baru di kawasan Asia Barat (Timur Tengah), dan tidak ikut campur demi kepentingan Israel.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani di Twitter, Senin (10/4), menyatakan; “Menerbitkan berita secara berkala tentang transfer kapal selam AS, pergerakan kapal perang AS, atau pengiriman pesawat pembom strategis ke wilayah Asia Barat, manakala kondisi terkini di kawasan mengarah pada terbentuknya tatanan baru dan tidak adanya kebutuhan kepada kekuatan militer dari luar di kawasan ini, merupakan bagian dari sepak terjang pemerintah AS untuk menutupi kemerosotan kekuatannya di dunia.”
Dia menambahkan, “Dengan menciptakan perang dan menyebarkan instabilitas, rezim AS telah bergerak ke arah yang bertentangan dengan keinginan negara-negara di kawasan Asia Barat…. Washington harus secara realistis memahami realitas baru dan menghindari campur tangan di kawasan Asia Barat dan Teluk Persia demi kepentingan entitas Zionis yang goyah.”
Sehari sebelumnya, majalah Israel Defense mengungkapkan bahwa pada Jumat lalu kapal selam nuklir yang dikirim AS ke perairan Teluk melintasi Terusan Suez ke Laut Merah.
Angkatan Laut AS mengumumkan bahwa kapal selam bertenaga nuklir dan pembawa rudal Florida sekarang beroperasi di Timur Tengah, untuk mendukung Armada Kelima yang ditempatkan di wilayah tersebut.
Seorang juru bicara Armada Kelima AS mengatakan bahwa kapal selam Florida memasuki kawasan tersebut pada Kamis lalu, dan melintasi Terusan Suez pada hari Jumat.
Jubir Angkatan Laut AS mengatakan, “Kapal selam dan pasukan Angkatan Laut AS lainnya telah dikerahkan ke kawasan itu untuk mendukung dan mengkonfirmasi komitmen tinggi kami terhadap keamanan dan stabilitas kawasan.” (mm/sputnik)
Baca juga: