Sanaa, LiputanIslam.com – Petinggi gerakan Ansarullah Yaman, Ibrahim Al-Obeidi, mengatakan bahwa dalam beberapa hari ke depan akan diungkap banyak hal yang telah dicapai dalam pembicaraan Ansarullah dengan delegasi Oman dan Saudi di Sanaa, ibu kota Yaman.
“Tibanya delegasi Oman dan Kerajaan Arab Saudi serta upaya saudara-saudara di Oman yang sangat kami hargai, adalah kelanjutan dari upaya dalam kerangka konsistensi pada urusan keadilan bagi negara kami, Yaman, serta keteraniayaan bangsanya. Ini pada hakikatnya untuk mewujudkan proses perdamaian yang adil,” ungkap Al-Obeidi dalam wawancara dengan Al-Alam, Senin (10/4).
Dia menjelaskan, “Mengenai pendirian kami, maka ini adalah pendirian yang tetap, prinsipal, dan konsisten pada semua urusan yang diserukan oleh Sang Pemimpin Sayid Abdul Malik Badruddin Al-Houthi dalam beberapa pernyataan dan pendiriannya yang telah diumumkan. Tuntutan-tuntutan yang adil telah jelas mengenai penghentian agresi dan pencabutan blokade secara total dan penuh, dan pembayaran gaji yang menjadi hak semua pegawai negara selama periode ini di mana gaji mereka ditangguhkan sehingga kondisi ekonomi mereka memburuk, dan juga secara definitif dari hak dan pendapatan minyak dan gas, dan ini adalah tuntutan yang adil.”
Dia juga mengatakan, “Keluarnya pasukan asing dari Yaman dan ganti rugi untuk pembangunan semua yang dihancurkan oleh Saudi dan aliansi agresor di negara ini, serta apa yang telah beredar di media massa dan lain-lain berupa bocoran mengenai rincian dari pihak kami, dan penolakan kami, semua ini tak dapat diterapkan pada tataran fakta kecuali jika secara resmi telah keluar dari kepala delegasi nasional dan diumumkan.”
Dia juga menyebutkan bahwa sejauh ini masih ada pembicaraan dengan pihak pimpinan revolusi dan politik di Yaman, dan bahwa dalam beberapa hari mendatang beberapa urusan akan ditunjukkan dan diperlihatkan kepada semua orang Yaman dan dunia.
“Kami menginginkan kejujuran, bukan sekedar pementasan. Kami telah mencapai tahap di mana kami tak dapat membuat kepastian akan urusan apapun, atau membuat perkiraan tentangnya, kecuali setelah muncul sebagai suatu fakta dan menjadi perkara yang dapat dirasakan pada tataran realitas.”
Al-Obeidi memastikan bahwa Uni Emirat Arab masih ada di tanah-tanah Yaman, namun apa yang telah dibocorkan soal ini tidaklah faktual.
“Apa yang kami harapkan sekarang ialah apa yang terkait dengan masalah tawanan, dan akan diimplementasikan jaji-janji dari pihak lain yang telah berjanji bahwa masalah ini akan selesai pada bulan suci Ramadhan,” turutnya.
Pada Ahad lalu Ketua Dewan Tinggi Politik Yaman Mahdi Al-Mashat telah menerima kedatangan delegasi Oman dan Saudi di Istana Kepresidenan di Sanaa.
Dalam pertemuan ini Al-Mashat menyatakan rasa terima kasih bangsa Yaman atas upaya mediasi yang dilakukan oleh Kesultanan Oman, peran positifnya dalam pendekatan pandangan berbagai pihak, dan jerih payahnya untuk mewujudkan perdamaian yang diharapkan oleh semua anak bangsa Yaman. (mm/alalam)
Baca juga: