Teheran, LiputanIslam.com – Panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mayjen Hossein Salami dalam pertemuan dengan sejumlah komandan, petinggi dan personil IRGC, Sabtu (8/4), menyatakan bahwa keruntuhan Rezim Zionis Israel telah dipercepat akibat krisis internal, dan memastikan bahwa tidak ada lagi negara Arab yang mendukung normalisasi hubungan dengan Israel.
Dia mengutuk kebrutalan pasukan Zionis Israel di Masjid Al-Aqsa, dan menegaskan bahwa rezim Tel Aviv memicu ketegangan di seluruh tanah pendudukan demi meloloskan diri dari perlawanan Palestina dan menghindari operasi pembalasan yang menyasar kedalaman wilayah Israel (Palestina pendudukan 1948).
Salami mengatakan, “Saat ini, rezim palsu dan kriminal Zionis sedang menciptakan krisis di seluruh wilayah pendudukan dengan harapan dapat menjauh dari kebangkitan rakyat (Palestina) dan melarikan diri dari perlawanan Palestina, terutama dari para pemuda di Tepi Barat dan di tempat lain. Kita sekarang menyaksikan pemboman Jalur Gaza dan kejahatan brutal terhadap warga Palestina yang tertindas. Namun, tindakan seperti itu tidak akan membawa mereka kemanapun.”
Jenderal Salami menambahkan bahwa ratusan ribu orang Israel – jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya- telah melakukan protes di Tel Aviv dan kota-kota Israel lainnya menentang perombakan yudisial yang kontroversial yang sedang dicoba untuk disahkan oleh pemerintahan sayap kanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Menurutnya, para pejabat Israel sendiri mengakui bahwarezim ini telah bergerak lebih cepat menuju kemusnahannya daripada jangka waktu 25 tahun yang diprediksi oleh Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei.
Dia lantas menyebutkan bahwa Rezim Zionis sedang menjalani hitungan mundur, dan tidak ada lagi negara Arab yang berusaha untuk menormalisasi hubungan dengan Israel. (mm/fna)
Baca juga: