Beirut,LiputanIslam.com-Serangan rudal besar-besaran yang diluncurkan dari Lebanon pada Kamis kemarin disebut-sebut telah membuat cemas Rezim Zionis. Menurut Abdel Bari Atwan, kecemasan ini lantaran serangan dilancarkan dalam situasi genting di Israel dan menyasar sejumlah kota seperti Haifa dan Tel Aviv.
“Jubir Tentara Israel mengklaim, sebanyak 34 rudal ditembakkan dari selatan Lebanon, yang 25 di antaranya telah dihancurkan dan sedikitnya 5 rudal telah menghantam sasaran di utara Tanah Pendudukan. Ini adalah klaim dari pihak Zionis, dan semua tahu bagaimana mereka terbiasa menyembunyikan jumlah kerugian materi dan jiwa”, tulis redaktur Rai al-Youm tersebut.
Atwan menyatakan, ini serangan pertama sejak perang Hizbullah-Israel di tahun 2006. Serangan ini dinyatakan sebagai balasan atas serbuan Tentara Israel ke Masjid al-Aqsa baru-baru ini.
“Pentingnya rudal-rudal ini tidak diukur dari jumlah orang tewas atau luka di kalangan serdadu atau pemukim Zionis, tapi dilihat berdasarkan pengaruh psikis dan efeknya atas lembaga-lembaga politik-keamanan Israel. Rezim Zionis tidak bisa lagi melindungi para pemukim. Ini berarti keamanan akan merosot, korporasi dan investasi asing minggat keluar, serta orang-orang Zionis akan pindah ke tempat-tempat lain,”imbuhnya.
“Hal yang menarik adalah, Netanyahu seperti biasa tidak mengancam akan menghancurkan Lebanon. Berdasarkan berita yang dibeberkan sejumlah harian dan situs, para petinggi militer Israel mengonfirmasi bahwa Netanyahu tidak ingin menyulut perang dengan Lebanon dan lebih memilih ketenangan.”
“Satu-satunya penjelasan dari Netanyahu adalah dia sadar bahwa jika perang ini berkobar, itu akan menjadi awal bagi kehancuran kabinetnya, sebab lebih dari 150 ribu rudal dan 5 ribu drone kamikaze telah menanti untuk diluncurkan serta menunggu lampu hijau untuk menggempur Haifa dan kota-kota lain,”tegas Atwan. (af/alalam)