Teheran, LiputanIslam.com – Angkatan Darat (AD) Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran telah mengembangkan drone kamikaze baru yang dapat menghancurkan target pada jarak 450 kilometer, demikian dikatakan oleh Kepala Riset dan Organisasi Jihad Swasembada (RSSJO) AS IRGC Jenderal Ali Kouhestani, Ahad (9/4).
Kouhestani mengatakan bahwa drone yang dinamai Me’raj 532 itu bermesin piston dan memiliki jangkauan satu arah sejauh 450 kilometer.
Menurutnya, drone kamikaze, yang dirancang dan diproduksi oleh para ahli muda Iran, itu mampu terbang hingga ketinggian 12.000 kaki selama 3 jam dan lepas landas dari kendaraan.
“Dengan hulu ledak seberat 50 kilogram, drone ini dapat mencapai target yang diinginkan dengan akurasi tinggi. Selain itu, desain drone ini adalah tipe pengaturan yang mudah, mengurangi waktu persiapannya dan meningkatkan kecepatan reaksi dan penggunaan,” terangnya.
Dia menyebutkan bahwa proses pengembangan drone di RSSJO Angkatan Darat IRGC sedang berjalan dengan kecepatan yang tepat, dan bahwa dalam waktu dekat, drone tempur, pelatihan, dan kamikaze lainnya akan ditambahkan ke armada tempur.
Iran dalam beberapa tahun terakhir memperoleh kemajuan signifikan dalam mengembangkan pengawasan dan drone tempur. Pejabat militer mengatakan Teheran mandiri dalam membangun drone dari bodi pesawat hingga berbagai subsistem dan mesin.
Pada akhir Mei tahun lalu Iran memamerkan pangkalan drone bawah tanah di mana berbagai drone canggih ditempatkan dan dioperasikan untuk pertempuran potensial dan misi lainnya.
Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Mohammad Baqeri mengatakan bahwa pesawat tanpa pilot tersebut telah meningkatkan daya pencegahan Iran.
Dia menekankan pentingnya drone dalam membela kepentingan negara, dan sarana ini telah menemukan tempat khusus di berbagai area pertahanan, ofensif, darat, laut, udara dan pertahanan udara.
Menimbang bahwa pencegahan tidak mungkin dilakukan dengan metode dan peralatan lama dan memerlukan metode baru, Baqeri mengatakan, “Drone yang kita lihat hari ini dapat memainkan peran seperti itu”.
Doktrin militer Republik Islam menyatakan bahwa kemampuan bersenjata negara ini semata-mata untuk tujuan pertahanan.
Pejabat Iran telah berulang kali menekankan bahwa negara ini tidak akan ragu untuk meningkatkan kemampuan militernya, termasuk kekuatan rudal dan drone, yang sepenuhnya dimaksudkan untuk pertahanan, dan bahwa kemampuan pertahanan Iran tidak akan pernah dinegosiasikan. (mm/fna)
Baca juga: