Quds, LiputanIslam.com – Dua orang Israel tewas diserang kawanan bersenjata yang melepaskan tembakan ke sebuah kendaraan di Tepi Barat, setelah Israel melancarkan serangan udara ke Lebanon dan membombardir Jalur Gaza pada hari Jumat (7/4), eskalasi yang memicu kekhawatiran akan konflik yang lebih luas setelah berhari-hari terjadi kekerasan di Masjid Al-Aqsa, Al-Quds.
Serangan itu menyasar sebuah mobil di dekat pemukiman ilegal Israel di Hamra di provinsi Jericho utara Tepi Barat.
“Serangan penembakan dilakukan pada kendaraan di Persimpangan Hamra. Tentara IDF (Israel) sedang melakukan pencarian di daerah itu,” kata militer Israel.
Layanan ambulans Magen David Adom mengatakan dua wanita berusia 20-an tewas dan satu lainnya berusia 40-an luka parah.
Serangan itu terjadi beberapa jam setelah terjadi serangan rudal Israel di Lebanon dan Gaza menyusul rentetan roket yang ditembakkan ke Israel dari Lebanon selatan.
Militer Israel mengatakan pesawat tempurnya menyerang infrastruktur milik kelompok bersenjata Palestina yang dituduh menembakkan hampir tiga lusin roket yang menghantam daerah terbuka dan kota-kota Israel utara pada hari Kamis lalu.
Tidak ada laporan tentang korban serius, tetapi beberapa penduduk kota Qlaileh di Lebanon selatan, termasuk pengungsi Suriah, menderita luka ringan.
Meningkatnya ketegangan terjadi setelah pasukan Israel menyerbu Masjid Al-Aqsa di Al-Quds Timur selama beberapa hari berturut-turut pada minggu ini. Dalam peristiwa itu mereka menembakkan granat kejut dan menyerang warga Palestina saat mereka berkumpul untuk ibadah Ramadhan.
Serangan Israel di Lebanon selatan – yang oleh para apengamat dicatat sebagai kekerasan perbatasan paling serius sejak perang Israel tahun 2006 dengan kelompok Hizbullah – membangkitkan kekhawatiran akan resiko konfrontasi ke fase baru yang berbahaya. (mm/aljazeera)
Baca juga: