Beirut, LiputanIslam.com – Menteri Pertahanan Lebanon Maurice Salim dalam pemerintahan sementara memastikan tentara negara ini siap berkonfrontasi dengan tentara Zionis Israel, dan memperingatkan bahwa eskalasi di Lebanon Selatan mengancam keamanan dan stabilitas negara.
Dalam pertemuan dengan sejawatnya dari Italia Guido Crosetto, Salim menekankan bahwa tentara Lebanon dalam kesiapan maksimalnya untuk menghadapi agresi apa pun.
“Perkembangan terbaru di Lebanon Selatan merupakan ancaman langsung terhadap stabilitas dan keamanannya,” katanya.
Dia menegaskan kembali bahwa tentara Lebanon tetap siap mempertahankan kerjasama tingkat tinggi dengan Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL), untuk menjaga ketenangan di perbatasan di Lebanon Selatan.
Salim memuji Italia atas perannya dalam pemeliharaan perdamaian di Lebanon dan koordinasi berkelanjutan antara tentara Lebanon dan batalion Italia UNIFIL. Dia juga berterima kasih kepada Italia atas bantuan kemanusiaan dan militer yang telah diberikan kepada tentara Lebanon.
Sementara itu, Kemlu Lebanon pada hari Jumat (7/4) menyatakan bahwa setelah berkonsultasi dengan Perdana Menteri Najib Mikati, Menteri Luar Negeri Abdallah Bou Habib menginstruksikan Misi Tetap Lebanon untuk PBB di New York untuk mengajukan pengaduan resmi kepada Dewan Keamanan PBB.
Menurut sebuah pernyataan yang diterbitkan di Twitter, pengaduan tersebut berkenaan dengan dampak pengeboman Israel dan “agresi yang disengaja” pada Jumat dini hari di daerah-daerah di Lebanon selatan.
Kemlu Lebanon mengingatkan bahwa Israel melakukan pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan Lebanon dan mengancam stabilitas di Lebanon selatan.
Sumber lokal Lebanon mengatakan Israel menargetkan daerah Qlaileh yang terletak di antara dataran Ras el-Ain dan kamp pengungsi Rashidieh di selatan kota Tyre.
Sumber tersebut mengkonfirmasi bahwa tiga rudal Israel mendarat di selatan Tyre, dua di antaranya di daerah pertanian dan satu lagi di Dataran Qlaileh, namun Israel tidak menimbulkan kerugian yang signifikan.
Sebelumnya, militer Israel mengaku telah menyerang sasaran tertentu di Lebanon, yang menjadi tempat penembakan puluhan roket ke wilayah Israel (Palestina pendudukan) sebagai balasan atas kekerasan Israel terhadap jamaah Palestina di kompleks Masjid al-Aqsa. (mm/presstv)
Baca juga: