Teheran, LiputanIslam.com – Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi menyerukan pertemuan darurat Organisasi Kerjasama Islam (OKI) tentang situasi yang sedang berlangsung di Palestina di mana rezim Zionis Israel meningkatkan kekerasannya terhadap rakyat Palestina.
Seperti diketahui, Rezim Zionis dalam beberapa hari terakhir menyerang jamaah Palestina di Masjid Al-Aqsa di kota al-Quds yang diduduki, mengakibatkan ratusan jamaah cedera, serta melakukan penangkapan. Serangan yang juga menodai kesucian bulan Ramadhan itu tak pelak menuai kecaman luas dari negara-negara Islam.
Presiden Iran dalam pembicaraan telepon dengan Presiden RI Joko Widodo, Kamis (6/4), menyerukan pertemuan darurat OKI untuk membuat keputusan bersama dalam membela hak rakyat Palestina dan menghadapi kejahatan rezim Zionis.
“Palestina adalah detak jantung dunia Islam. Mendukung hak bangsa Palestina dan memerangi rezim Zionis adalah prinsip umat Islam yang tidak dapat diubah,” ungkap Raisi.
Dia menyebutkan bahwa persatuan dunia Islam tetap menjadi kebutuhan untuk menghadapi agresi dan kejahatan rezim Zionis.
Dia juga mengatakan bahwa dunia Islam, sebagai blok yang berpengaruh dalam perimbangan global, membutuhkan lebih banyak integrasi, dan karena itu Iran menyambut baik setiap inisiatif yang ditujukan untuk memperdalam hubungan antar negara Islam.
Presiden Jokowi menyambut baik seruan sejawatnya dari Iran untuk pertemuan darurat OKI tentang Palestina, dan menyatakan harapannya agar penyelenggaraan pertemuan tersebut dapat semakin meningkatkan hubungan antarnegara Islam.
Dalam pembicaraan telepon ini, keduanya juga membahas hubungan bilateral Iran-Indonesia dan menekankan pentingnya pengembangan hubungan ini. (mm/irna)
Baca juga: